Bukan Salmon, Ikan Asli Indonesia Ini Ternyata Punya Kandungan Omega-3 Tertinggi di Dunia!

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ikan sidat. (Dok. Freepik)
Ikan sidat. (Dok. Freepik)

Foto: Ikan sidat. (Dok. Freepik) Ikan sidat. (Dok. Freepik)

JAKARTA, Mevin.ID – Selama ini, ikan salmon sering dianggap sebagai “raja” nutrisi berkat kandungan Omega-3 yang tinggi. Namun, temuan terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mematahkan anggapan tersebut.

Ternyata, Ikan Sidat asal Indonesia memegang predikat sebagai ikan dengan nilai gizi tertinggi di dunia.

Peneliti Ahli Utama BRIN, Gadis Sri Haryani, mengungkapkan bahwa sidat memiliki kandungan gizi yang jauh lebih unggul dibandingkan salmon maupun ikan gabus.

“Superfood” dari Perairan Lokal

Ikan sidat bukan hanya kaya akan Omega-3 (DHA dan EPA), tetapi juga mengandung kombinasi nutrisi yang lengkap untuk kesehatan tubuh, antara lain:

  • DHA & EPA: Esensial untuk kecerdasan otak dan kesehatan jantung.
  • Vitamin A & B Kompleks: Bagus untuk penglihatan dan metabolisme.
  • Mineral: Kaya akan zat besi dan fosfor.
  • Protein & Kalori Tinggi: Sumber energi yang sangat baik.

“Selama ini kita selalu mengira salmon yang paling tinggi, ternyata sidat justru memiliki nilai gizi tertinggi,” ungkap Gadis dalam seminar nasional BRIN, dikutip Sabtu (3/1/2026).

Siklus Hidup yang Unik dan Kritis

Sidat dikenal sebagai hewan katadromus. Mereka lahir di laut dalam sebagai larva transparan (glass eel), lalu bermigrasi ke muara sungai dan air tawar untuk tumbuh dewasa.

Keunikan siklus hidup ini menjadikan sidat sebagai komoditas yang sangat berharga namun juga rentan.

Saat ini, populasi sidat menghadapi ancaman serius akibat:

  • Eksploitasi Berlebih: Penangkapan glass eel (bibit sidat) yang tidak terkontrol.
  • Kerusakan Lingkungan: Perubahan ekosistem di muara sungai dan jalur migrasi.
  • Permintaan Pasar Global: Harga yang fluktuatif membuat perburuan bibit liar semakin masif.

Langkah Strategis Pemerintah

Menanggapi hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memperketat regulasi dengan:

  • Pembatasan Kuota: Mengatur jumlah penangkapan bibit di alam.
  • Syarat Ekspor: Ukuran minimal sidat yang boleh diekspor adalah 150 gram per ekor.

Tujuannya jelas: mendorong industri dalam negeri agar tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi mampu melakukan budidaya dan pengolahan sendiri guna meningkatkan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian ekologi.

Masa Depan Industri Sidat Indonesia

Gadis menekankan bahwa jika dikelola dengan basis sains yang kuat, Indonesia bisa menjadi pemain utama industri sidat global.

“Pemanfaatan sidat yang bertanggung jawab akan menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga kelestarian laut dan perairan tawar sebagai fondasi masa depan bangsa,” tutupnya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Aurelie & Kim Sae-ron: Membedakan Kasih Sayang dan Jeratan Child Grooming
Viral di Medsos, Kebun Ubi Cikoneng Cileunyi Mendadak Ramai Dikunjungi, Ekonomi Warga Menggeliat
Eksoskeleton, Temuan Terbaru BRIN untuk Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke, Simak Lebih Jelasnya di Sini
Hati-Hati Janji Cinta Palsu! Bawa Lari Perempuan Kini Terancam 9 Tahun Penjara dalam KUHP Baru
Resmi! Situ Cipanten Jadi Rumah Baru Ribuan Ikan Koi Senilai Rp3 Miliar.
Indonesia Peringkat 1 Dunia Negara Paling Bahagia & Sejahtera Versi Harvard, Kok Bisa?
Waspada ‘Super Flu’ Subclade K Masuk Indonesia: Anak-anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Welcome 2026! 5 Zodiak Ini Diprediksi Paling ‘Shining’ dan Banjir Hoki Sepanjang Tahun

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:47 WIB

Belajar dari Aurelie & Kim Sae-ron: Membedakan Kasih Sayang dan Jeratan Child Grooming

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:11 WIB

Viral di Medsos, Kebun Ubi Cikoneng Cileunyi Mendadak Ramai Dikunjungi, Ekonomi Warga Menggeliat

Senin, 12 Januari 2026 - 20:30 WIB

Eksoskeleton, Temuan Terbaru BRIN untuk Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke, Simak Lebih Jelasnya di Sini

Senin, 12 Januari 2026 - 09:09 WIB

Hati-Hati Janji Cinta Palsu! Bawa Lari Perempuan Kini Terancam 9 Tahun Penjara dalam KUHP Baru

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:50 WIB

Resmi! Situ Cipanten Jadi Rumah Baru Ribuan Ikan Koi Senilai Rp3 Miliar.

Berita Terbaru