Buntut Penembakan PMI di Malaysia, Satgas P2MI Projo Bangun Kemitraan dengan KP2MI

- Redaksi

Selasa, 4 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Audiensi Satgas P2MI Projo dengan Kementerian P2MI di Jakarta (3/2/2025) bangun kemitraan untuk pelidungan PMI

i

Audiensi Satgas P2MI Projo dengan Kementerian P2MI di Jakarta (3/2/2025) bangun kemitraan untuk pelidungan PMI

Jakarta, Mevin.ID – Kasus penembakan terhadap lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terjadi di perairan Malaysia pada akhir Januari 2025 menjadi perhatian besar Satuan Tugas Peduli Pekerja Migran Indonesia (Satgas P2MI) Projo.

Hal tersebut terungkap saat Satgas P2MI Projo melakukan audiensi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) yang diterima langsung oleh Direktur jendral Pelindungan KP2MI Rinardi beserta jajarannya, Senin (3/2/2025) dalam upaya menindaklanjuti upaya pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia.

“Insiden ini tidak hanya memunculkan kecaman, tetapi juga mengungkapkan pentingnya keberlanjutan upaya pelindungan bagi PMI yang bekerja di luar negeri, terutama yang menggunakan jalur nonprosedural”, kata Judi Panca Nugroho Penasehat Satgas P2MI Projo dalam keterangannya.

Satgas P2MI Projo akan terus memperkuat pencegahan pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural pada tingkat hulu, dengan melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Baca Juga : 

Penembakan WNI di Malaysia, Presiden Prabowo Percaya Investigasi akan Transparan

Puan Desak Kasus Penembakan PMI oleh Aparat Malaysia Diusut Tuntas

Penembakan PMI Nonprosedural, BP3MI Riau Imbau Gunakan Jalur Resmi

“Kami berharap kerjasama dengan KP2MI untuk melakukan sosialisasi penempatan prosedural dan pencegahan pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural  karena keberangkatan melalui jalur unprosedural membawa banyak risiko, seperti penindakan oleh aparat negara asing atau bahkan eksploitasi oleh sindikat pekerja migran unprosedural”, tegas Judi Panca

Sindikat-sindikat ini, lanjut Judi, sering kali memanfaatkan ketidakpastian dan kebutuhan ekonomi pekerja, yang pada akhirnya membahayakan keselamatan mereka.

“Kita siap membantu KP2MI menekan penempatan unprosedural dengan meminta solusi penempatan PMI prosedural dibuka seluas-luasnya”, kata Judi.

Sementara Juwahir menuturkan Satgas P2MI Projo sudah berkecimpung dalam dunia PMI sejak era Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi),telah memiliki rekam jejak dalam melakukan penyelamatan PMI yang akan diberangkatkan secara unprosedural oleh beberapa oknum penempatan.

“Kami pernah menyelamatkan 38 CPMI yang akan diberangkatkan secara unprosedural di Bandara Soekarno-Hatta pada medio 2022 lalu. Serta menyelamatkan 7 CPMI diwilayah Cileungsi yang disembunyikan di kontrakan oleh oknum. Dan masih banyak lagi yang telah dilakukan Satgas P2MI Projo, selain itu, Satgas P2MI Projo juga pernah membantu proses pemulangan 28 PMI bermasalah di Arab Saudi pada April 2022 lalu,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Bidang Pelatihan Satgas P2MI Projo, Irfan Jaya Sukmawan mengungkap penempatan secara non prosedural ditengari faktor ekonomi dan minimnya sosialisasi dan pelatihan.

Menurutnya sudah selayaknya pemerintah dan stakeholder terkait gencar melakukan pelatihan dan sosialisasi dalam upaya mengurangi penyaluran PMI secara non prosedural.

“Banyak PMI yang diberangkatkan secara unprosedural mayoritas masalah ekonomi dan tidak memahami manajemen risiko. Sehingga, ketika PMI ditempatkan secara unprosedural biasanya akan terjadi masalah yang ujungnya dapat terjadi tindak kekerasaan,” ujarnya.

“Satgas P2MI Projo berharap ada punishment kepada negara penempatan yang bermain 2 kaki. Seperti agency sarikah yang menerima PMI prosedural namun mereka juga menerima PMI unprosedural. Ini harus diberikan sanksi yang tegas supaya menimbulkan efek jera,” pungkasnya.

Dirjen pelindungan KP2MI Rinardi menyambut baik upaya yang dilakukan Satgas P2MI Projo  dalam upaya peningatan pelindungan PMI, dan mengharapkan kemitraan bisa segera dilakukan membentuk tim untuk membahas teknis kerja sama dalam Pelindungan PMI (*)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan
LPBI NU Jawa Barat Kutuk Keras Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: “Ancaman Nyata bagi Demokrasi!”
Update OTT Cilacap: KPK Sita Sejumlah Uang Tunai
Badai OTT di Cilacap: KPK Amankan Bupati Syamsul Auliya dan 26 Orang Lainnya
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Alami Luka Bakar 24 Persen
DK PBB Memanas! AS Bentrok dengan Rusia-China Soal Nuklir Iran

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:29 WIB

KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:10 WIB

Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:07 WIB

Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:12 WIB

LPBI NU Jawa Barat Kutuk Keras Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: “Ancaman Nyata bagi Demokrasi!”

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:43 WIB

Update OTT Cilacap: KPK Sita Sejumlah Uang Tunai

Berita Terbaru