Bekasi, Mevin.ID – Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang bantaran Kali Sepak Gabus, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Jumat (14/04/2025).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya normalisasi kali untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda wilayah Kabupaten Bekasi.
Proses Penertiban Berjalan Lancar
Proses pembongkaran bangunan liar berjalan lancar tanpa penolakan berarti dari masyarakat. Gubernur Dedi Mulyadi berkomunikasi langsung dengan pemilik bangunan dan menjanjikan bantuan untuk membangun kembali warung mereka di lokasi yang lebih aman.
“Saya sampaikan, bangunan-bangunan yang tidak berizin dan dibangun di bantaran sungai harus dibongkar agar aliran air bisa mengalir dengan baik. Saya tahu bapak-bapak ini orang susah, bikin warung pakai uang sendiri. Nanti, biaya pembangunan warung baru akan saya hitung dan dibantu oleh Pemprov Jabar. Tujuannya agar warga di sini tidak banjir lagi,” kata Gubernur Dedi Mulyadi.
Tujuan Penertiban
Bupati Ade menjelaskan bahwa penertiban ini bertujuan untuk memperlancar aliran air di Kali Sepak Gabus. Sekitar 100 bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran kali dinilai menyebabkan penyumbatan arus air, sehingga meningkatkan risiko banjir.
“Diperkirakan ada sekitar seratus bangunan yang kita tertibkan agar proses normalisasi berjalan lancar,” ujar Ade.
Ia menambahkan bahwa normalisasi Kali Sepak Gabus merupakan bagian dari program BBWS Citarum yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Setelah bangunan liar ditertibkan, alat berat akan digunakan untuk memperdalam kali agar mampu menampung debit air lebih baik saat hujan deras.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar tanpa ada penolakan dari masyarakat. Justru mereka mendukung karena ini untuk kepentingan bersama,” tambahnya.
Dukungan Masyarakat dan Langkah Lanjutan
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Dedi Supriadi, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi sepenuhnya mendukung langkah Gubernur Jawa Barat dalam menata lingkungan sebagai bentuk mitigasi bencana banjir.
“Hari ini kami mendampingi Pak Gubernur dalam menindaklanjuti penanganan banjir yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah. Beliau memiliki komitmen kuat dalam penataan lingkungan dari hulu, tengah, hingga hilir, di mana Kabupaten Bekasi berada di bagian tengah,” jelas Dedi.
Selain penertiban bangunan liar, langkah lanjutan yang akan dilakukan adalah normalisasi dan pelebaran kali serta sungai di Kabupaten Bekasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas daya tampung air dan mencegah banjir di masa depan.
“Dengan normalisasi dan pelebaran sedimen sungai, kita harap banjir di Kabupaten Bekasi bisa dicegah lebih efektif,” pungkas Dedi.
Perbaikan Ikon Daerah
Selain upaya normalisasi, Bupati Ade juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana memperbaiki dan menata kembali patung golok di kawasan Gabus sebagai ikon daerah tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai estetika dan kebanggaan masyarakat setempat.
Harapan ke Depan
Kabupaten Bekasi berharap upaya penertiban dan normalisasi ini dapat memperlancar aliran air di Kali Sepak Gabus, sehingga risiko banjir dapat diminimalisir. Dukungan penuh dari masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan BBWS Citarum untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan secara menyeluruh. Langkah-langkah seperti normalisasi, pelebaran sungai, dan perbaikan infrastruktur pendukung akan terus dilakukan demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.***


























