Majalengka, Mevin.ID – Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, MM., melantik Asep Muhammad Jamaludin, S.E., yang menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut), dan H. Arif Daryana A.P., M.Si., menjabat sebagai Komisaris Utama (KU) PT. BPR Majalengka.
Dalam sambutannya Bupati Majalengka Eman Suherman, mengucapkan selamat, “mudah-mudahan pak Direktur Utama dan Komisaris Utama dapat melaksanakan amanah ini dengan sebaik – baiknya, penuh tanggung jawab sesuai tugas dan fungsinya,” ungkapnya.
Bupati berharap, Direktur utama (dirut) yang baru dilantik dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan dividen untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Majalengka, melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), efisiensi operasional, dan diversifikasi bisnis.
Hal ini, sebagai bentuk kemandirian fiskal Daerah, sehingga ketika kebijakan pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD), dari pemerintah pusat terjadi, Pemkab Majalengka tidak terlalu terseok – seok.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini, betul – betul bisa diandalkan, agar dapat mendongkrak APBD, dengan memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Majalengka.
“Saya titip pak Asep, agar Bapak bisa memantau kinerja teman – teman, saya tidak ingin terjadi lagi ada yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, saya tidak ingin ada Fraud, apalagi bermasalah dengan APH (Aparat Penegak Hukum),” tegas Eman.
Eman menekankan perlunya langkah strategis, untuk memajukan BPR Majalengka, melalui pembangunan citra positif dan manajemen keuangan yang sehat, yang berarti BPR harus fokus pada inovasi layanan, peningkatan kepercayaan nasabah, dan pengelolaan dana yang efisien agar dapat bersaing, mendukung UMKM lokal, dan berkontribusi pada ekonomi daerah.
Sementara Dirut BPR Majalengka, Asep Muhammad Jamaludin, mengatakan jabatan barunya ini merupakan amanat yang harus Ia pertanggungjawabkan kepada Pimpinan Daerah juga rakyat Kabupaten Majalengka.
“Bahwa sesuai arahan Bupati, kinerja BPR Majalengka harus terus ditingkatkan, apalagi dana transfer dari pusat ada pengurangan untuk tahun 2026. Maka sudah menjadi kewajiban untuk perusahaan daerah wajib meningkatkan kinerjanya, meningkatkan labanya dan PADnya,” jelas Asep, dihadapan para awak media.
Di Tahun 2025 BPR Majalengka telah mengelola sejumlah 33.700 nasabah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka, “Total dana masyarakat yang berhasil dihimpun sebanyak Rp. 153.700.000.000,- itu tersebar di sembilan kantor cabang dan seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Majalengka,” katanya.
Dari dana Rp. 153,7 Milyar itu, terdiri dari tabungan sebanyak Rp. 89 Milyar dan kemudian Deposito sebanyak Rp. 68 Milyar.
“Selain menghimpun dana dari masyarakat, kami juga menyalurkan kredit yang disakurkan kepada masyarakat sebanyak 5.700 debitur dengan total outstanding credit yang kami kelola adalah sebesar Rp. 115 Milyar,” ungkapnya lagi.
Sesuai dengan kebijakan POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang kemudahan akses pembiayaan terhadap UMKM, di tahun 2026, BPR Majalengka akan lebih fokus disalurkan kepada kredit produktif, dan melakukan kemudahan akses terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dikatakan Asep, BPR Majalengka juga memiliki produk Kredit Pengembangan Ekonomi Kerakyatan (Perak) dan Kredit Gula Limoka (Guna Melawan Rentenir, Lintah Darat, dan Bank Emok di Kabupaten Majalengka).
Kedua produk tersebut diaalurkan tanpa agunan, dan ditujukan bagi pelaku usaha super mikro, baik perorangan maupun kelompok, dengan suku bunga ringan.
“Mohon doa dan dukungannya agar kami pengurus Bank Majalengka bisa mengembangkan Perumda ini, dengan kondisi saat ini tingkat kesehatannya dalam kondisi sehat, dengan memiliki likuiditas saat ini sebanyak Rp. 65 Milyar,” ucap Asep.
Terkait target PAD, dikatakan Asep, sesuai Permendagri Nomor 21 Tahun 2024, BPR milik pemerintah daerah berkewajiban menyetorkan PAD ke Kas Daerah sebesar 55 % dari laba bersih yang diperoleh selama setahun.
“Sampai saat ini, kami sampai akhir November 2025, laba sudah membukukan sebesar Rp. 3,1 milyar dan diproyeksikan diakhir Desember bisa mencapai Rp. 3,5 milyar, sehingga kami untuk PAD ini, bisa menyetorkan sebesar Rp.1,8 miliar, yang sebelumnya hanya Rp. 690 juta, jadi peningkatannya lebih dari 100 persen,” pungkas Asep.***
Penulis : Ahmad Hudri Harisman
Editor : Salman Faqih

























