Beijing, Mevin.ID – China bertekad menjadikan permintaan domestik sebagai “mesin utama dan jangkar pertumbuhan ekonomi,” dengan mengeluarkan sinyal kebijakan yang kuat untuk memberdayakan konsumen dan mendorong belanja.
Hal ini disampaikan dalam laporan kerja pemerintah China yang diserahkan kepada Kongres Rakyat Nasional (National People’s Congress/NPC) pada Rabu (5/3).
Laporan ini menekankan pentingnya meningkatkan standar hidup dan belanja konsumen sebagai bagian dari strategi ekonomi jangka panjang.
Konsumsi sebagai Pendorong Utama Pertumbuhan
Pada 2024, konsumsi akhir menyumbang 44,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi China, melampaui kontribusi investasi dan ekspor. Konsumsi ini mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 2,2 poin persentase. Namun, tahun ini, dorongan untuk meningkatkan konsumsi menjadi semakin penting karena China menghadapi tantangan eksternal seperti proteksionisme perdagangan dan hambatan global, serta transisi internal dari sektor tradisional seperti real estat ke sektor yang lebih berkelanjutan.
“Perluasan permintaan domestik melalui stimulasi konsumsi dapat secara efektif melawan ketidakpastian eksternal, menstabilkan pertumbuhan jangka pendek, dan membantu transisi struktural jangka panjang,” ujar Yang Decai, penasihat politik nasional dan profesor ekonomi di Universitas Nanjing, dalam pertemuan tahunan “Dua Sesi” (sidang NPC dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China/CPPCC).
Kebijakan Pendukung untuk Meningkatkan Konsumsi
Untuk mendorong konsumsi, pemerintah China mengumumkan sejumlah kebijakan baru, termasuk penerbitan obligasi khusus jangka ultra-panjang senilai 300 miliar yuan (sekitar 42 miliar dolar AS) untuk mendukung program tukar tambah (trade-in) barang konsumen. Program ini, yang diluncurkan setahun lalu, telah menghasilkan penjualan lebih dari 1,3 triliun yuan pada 2024, termasuk 6,8 juta kendaraan, 56 juta peralatan rumah tangga, dan 1,38 juta sepeda listrik.
“Skema trade-in ini lebih dari sekadar kebijakan ekonomi. Ini telah mendorong mesin pembangunan baru dan meningkatkan kualitas hidup jutaan rumah tangga,” kata Menteri Perdagangan China Wang Wentao dalam konferensi pers di sela-sela sidang NPC.
Meningkatkan Kemampuan dan Kepercayaan Konsumen
Pemerintah China juga berfokus pada peningkatan kemampuan dan keinginan konsumen untuk berbelanja. Langkah-langkah yang diambil termasuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi beban keuangan masyarakat. Pada 2025, pemerintah menargetkan penciptaan lebih dari 12 juta lapangan kerja baru di perkotaan, serta meningkatkan tunjangan hari tua dasar dan pensiun.
“Menaikkan pembayaran pensiun para petani mungkin menjadi cara yang paling efektif untuk mendongkrak konsumsi, karena hal itu akan secara signifikan mengurangi tingkat simpanan dan meningkatkan konsumsi bagi setengah populasi China,” ujar Lu Ting, kepala ekonom China di Nomura.
Skenario Konsumsi Baru dan Inovasi Teknologi
Pemerintah China juga mendorong terciptanya skenario konsumsi baru yang mencakup konsumsi digital, ramah lingkungan, dan pintar. Laporan kerja pemerintah menekankan pentingnya meningkatkan sistem cuti dan memastikan implementasinya untuk membuka potensi konsumsi di sektor budaya, pariwisata, dan olahraga.
Tren konsumsi baru, seperti olahraga musim dingin dan belanja konsumen warga berusia lanjut, telah memicu pertumbuhan ekonomi. Ekonomi perak (silver economy), yang melayani populasi menua China, diperkirakan mencapai 30 triliun yuan pada 2035 dan menciptakan setidaknya 100 juta pekerjaan pada 2050.
Dampak Global dari Stimulus Konsumsi China
Stimulus konsumsi China tidak hanya akan meningkatkan ketahanan ekonomi domestik tetapi juga menawarkan permintaan baru untuk rantai pasokan global. “Dari energi baru hingga AI, perluasan skenario konsumsi baru di China akan membuka peluang-peluang baru untuk kolaborasi kapasitas dan inovasi teknologi bagi industri global,” ujar Yang Decai.
Dengan kebijakan yang kuat dan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, China berupaya memastikan bahwa konsumsi domestik menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global dan transisi internal.***


























