CARACAS, Mevin.ID – Keheningan Sabtu dini hari di Caracas, Venezuela, berubah menjadi horor. Militer Amerika Serikat resmi melancarkan serangan udara skala besar yang mengguncang ibu kota Venezuela pada pukul 02.00 waktu setempat atau sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (3/1/2026).
Rentetan ledakan hebat yang berlangsung selama hampir satu jam dilaporkan menghantam titik-titik vital, memicu kepulan asap raksasa yang menyelimuti kota.
Fuerte Tiuna dan Pangkalan Udara Jadi Target Utama
Laporan dari jurnalis AFP menyebutkan bahwa target serangan AS menyasar Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar dan paling strategis di Venezuela. Selain itu, pangkalan udara Carlota di bagian utara kota juga dilaporkan menjadi sasaran empuk rudal-rudal militer Paman Sam.
Ledakan juga terdengar hingga ke La Guaira, wilayah pesisir tempat bandara internasional dan pelabuhan utama Caracas berada. Warga setempat menggambarkan suasana tersebut seperti kiamat kecil.
“Saya merasa seolah-olah ledakan itu mengangkat saya dari tempat tidur. Saya langsung berpikir, ‘Tuhan, harinya telah tiba,’ lalu saya hanya bisa menangis,” ujar María Eugenia Escobar (58), seorang warga La Guaira kepada AFP.
Donald Trump: “Operasi Ini Brilian”
Melalui wawancara telepon dengan The New York Times, Presiden AS Donald Trump memuji aksi militer tersebut dan menyebutnya sebagai operasi yang “brilian”. Trump mengklaim bahwa tujuan utama serangan tersebut telah tercapai, yakni penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.
“Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela. Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut,” tulis Trump melalui platform Truth Social.
Trump menambahkan bahwa operasi yang diberi nama Southern Spear ini melibatkan perencanaan yang matang dan pasukan-pasukan terbaik Amerika. Ia dijadwalkan akan memberikan konferensi pers resmi dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, pada pukul 11.00 pagi waktu setempat.
Nasib Maduro Masih Misterius
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Venezuela yang berhaluan kiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi terakhir Presiden Maduro.
Sejak menjabat pada 2013, Maduro telah berulang kali menuduh Amerika Serikat melakukan agresi militer dan tekanan ekonomi demi menggulingkan kekuasaannya.
Situasi di Venezuela saat ini masih sangat cair. Belum diketahui secara pasti ke mana Maduro diterbangkan oleh pasukan AS dan bagaimana reaksi militer Venezuela yang tersisa atas penangkapan pemimpin mereka.***


























