Cekungan Bandung Terancam “Hancur”, Pakar: Dari Hutan Alami Jadi Kebun Sayur, Kini Menanti Krisis Air

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Mevin.ID – Kondisi lingkungan di Cekungan Bandung berada dalam titik nadir.

Alih fungsi lahan yang tak terkendali selama puluhan tahun disebut telah merusak tatanan alam, mengubah hutan pelindung menjadi lahan produksi dan pemukiman yang memicu ancaman bencana permanen.

Pakar geografi dan peneliti Cekungan Bandung, Titi Bachtiar, mengungkapkan keprihatinannya atas perubahan drastis yang terjadi sejak tahun 1970-an.

Menurutnya, kerusakan Bandung dimulai dari transisi hutan alami menjadi hutan produksi (pinus), yang kemudian berlanjut menjadi lahan perkebunan sayur di lereng-lereng curam.

Hilangnya “Top Soil” dan Ancaman Tanah Tandus

Titi menjelaskan bahwa alih fungsi lahan menjadi kebun sayur di area lereng adalah kesalahan fatal. Setiap tahun, lapisan tanah subur (top soil) hanyut terbawa air sungai karena tidak adanya akar pohon kuat yang mengikat tanah.

“Diproyeksikan beberapa tahun kemudian, itu tinggal batu di bawahnya. Ketika tanah subur sudah berpindah ke dasar sungai dan danau, pupuk buatan menjadi pilihan terakhir, dan itu akan membuat tanah semakin hancur,” ujar penulis buku Bandung Purba tersebut, Senin (19/1/2026).

Ancaman Dua Krisis Besar: Air dan Lingkungan

Dampak dari kerusakan ini bukan lagi sekadar isu estetika, melainkan ancaman keberlangsungan hidup warga Bandung. Titi memprediksi akan ada dua krisis besar yang menghantam:

  • Krisis Air: Resapan air yang minim membuat cadangan air tanah merosot tajam.
  • Krisis Lingkungan: Siklus banjir lumpur saat musim hujan dan kekeringan ekstrem saat musim kemarau akan terus berulang secara masif.

“Ketika musim hujan banjir besar membawa lumpur, ketika kemarau itu kekeringan. Itu akan berulang setiap waktu di Cekungan Bandung,” tegasnya.

Negara Diminta “Hadir” Ambil Alih Lereng

Melihat masifnya kerusakan, Titi mendesak otoritas negara untuk segera melakukan pemetaan ulang dan mengambil alih kembali lahan-lahan negara yang kini telah berubah fungsi.

Ia menekankan bahwa aturan kemiringan lereng harus ditegakkan. Lahan di kemiringan tertentu haram hukumnya menjadi kebun sayur.

Solusi satu-satunya adalah menanam kembali pohon alami atau pohon produktif (buah/bunga) yang tidak untuk ditebang guna menjaga stabilitas tanah dan serapan air.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Pikiran Rakyat

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Patroli Polres Cianjur Siap Kejar Aksi Perang Sarung juga Awasi Medsos Selama Ramadan
Pemprov Jabar Siapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026, Segera Daftar di Aplikasi Sapawarga
Nasib Pilu Petani Cikarang Selatan, Sawah Terancam Digusur Rusun, “Kang Dedi, Ieu Pare Encan Panen Geus Di-Doser!”
Perkuat Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota Ajak Perusahaan Kolaborasi Lewat Forum Komunikasi
Polda Jabar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan: Puluhan Kilo Sabu hingga Ribuan Knalpot Brong
Buntut Mobil Dinas ‘Nakal’ Ganti Plat di Tuban, Pertamina Sanksi Tegas SPBU Latsari
Tragedi Ledakan Petasan di Situbondo: Rumah Rata dengan Tanah, 1 Tewas dan 6 Luka-Luka
Semangat Toleransi di Kelenteng Hok Lay Kiong: Mas Tri dan Istri Rayakan Imlek Bersama Warga

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:25 WIB

Tim Patroli Polres Cianjur Siap Kejar Aksi Perang Sarung juga Awasi Medsos Selama Ramadan

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:57 WIB

Pemprov Jabar Siapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026, Segera Daftar di Aplikasi Sapawarga

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:30 WIB

Perkuat Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota Ajak Perusahaan Kolaborasi Lewat Forum Komunikasi

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:30 WIB

Polda Jabar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan: Puluhan Kilo Sabu hingga Ribuan Knalpot Brong

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:42 WIB

Buntut Mobil Dinas ‘Nakal’ Ganti Plat di Tuban, Pertamina Sanksi Tegas SPBU Latsari

Berita Terbaru