CEO BPI Danantara Rosan Roeslani: Investasi untuk Ciptakan Lapangan Kerja

- Redaksi

Kamis, 27 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani dalam Indonesia Economic Outlook 2025 di Jakarta, Rabu (26/2/2025). ANTARA/Harianto

CEO Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani dalam Indonesia Economic Outlook 2025 di Jakarta, Rabu (26/2/2025). ANTARA/Harianto

Jakarta, Mevin.ID – Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa investasi yang dilakukan oleh Danantara bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan Rosan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2025 di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

“Yang paling penting dalam investasi yang kita lakukan adalah dampak besar dan berkelanjutan. Tujuannya adalah penciptaan lapangan pekerjaan,” ujar Rosan. Ia menjelaskan bahwa investasi Danantara difokuskan pada penggerakan roda ekonomi Indonesia dan mendorong industrialisasi, yang pada akhirnya membuka lebih banyak lapangan kerja.

Tantangan dan Komitmen

Rosan mengakui bahwa penciptaan lapangan kerja merupakan tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia. “Danantara berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya ini melalui investasi yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa struktur perekonomian Indonesia, yang sebagian besar didorong oleh konsumsi domestik dan investasi, menjadikan sektor investasi sangat penting dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. “Sekitar 28-29 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia berasal dari investasi. Ini menjadikan sektor investasi sangat krusial dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang,” jelas Rosan.

Peran Investasi dalam Pertumbuhan Ekonomi

Rosan memaparkan bahwa 53-54 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia berasal dari konsumsi domestik, 28-29 persen dari investasi, 8-9 persen dari belanja pemerintah, dan 2 persen dari ekspor bersih. “Dengan investasi yang lebih besar dan tepat sasaran, kita dapat mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diperkirakan mencapai 8 persen pada tahun 2029,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Investor Asing

Rosan juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan investor asing. “Kehadiran Danantara memberikan kenyamanan dan keyakinan kepada para investor luar untuk berinvestasi di Indonesia. Kami tidak hanya meminta mereka berinvestasi, tetapi juga menawarkan kesempatan untuk berinvestasi bersama-sama,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Danantara mengadopsi pendekatan “skin in the game”, di mana pihaknya juga berinvestasi bersama mitra asing. “Kita sama-sama investasi bareng. Ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan,” ucap Rosan.

Dampak Jangka Panjang

Rosan yakin bahwa investasi yang dilakukan Danantara akan memberikan dampak jangka panjang bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. “Ini bukan hanya tentang angka pertumbuhan, tetapi juga tentang kesejahteraan masyarakat. Dengan lapangan kerja yang baik, kita bisa meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Melalui strategi investasi yang terarah dan kolaborasi yang kuat, Danantara berkomitmen untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menkeu Purbaya: Tenang, Ekonomi Kita Masih Kuat!
Produksi Nikel 2026 Melorot, Sengaja Dipangkas Kementerian ESDM: Ini Alasannya 
Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun
Pemprov Jabar Rancang Skema Swap Share: Lepas Saham Kertajati demi Bandara Husein Sastranegara
Rekrutmen Kemenkes Program Penguatan Sistem Rujukan Nasional, Link Pendaftarannya di Sini
Minimarket Sumedang Wajib ‘Wakaf Hijau’? Tuntutan Syarat Izin Baru Berbasis Lingkungan Mencuat
Disindir Prabowo Soal Praktik ‘Main Mata’ di Pajak dan Bea Cukai, Menkeu Purbaya Siap Bersih-Bersih Skuad
Rahasia Gizi Super Ikan Sidat: Omega 3 Tertinggi di Dunia Versi BRIN

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 22:34 WIB

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menkeu Purbaya: Tenang, Ekonomi Kita Masih Kuat!

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:15 WIB

Produksi Nikel 2026 Melorot, Sengaja Dipangkas Kementerian ESDM: Ini Alasannya 

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:44 WIB

Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:44 WIB

Pemprov Jabar Rancang Skema Swap Share: Lepas Saham Kertajati demi Bandara Husein Sastranegara

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rekrutmen Kemenkes Program Penguatan Sistem Rujukan Nasional, Link Pendaftarannya di Sini

Berita Terbaru

Ilustrasi bunuh diri. (Envato/LightFieldStudios)

Kolom

Skrining Dini Kesehatan Mental

Selasa, 20 Jan 2026 - 19:29 WIB