Cilacap, Mevin.ID – Operasi pencarian korban bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada hari keenam diwarnai dengan kehadiran yang tidak biasa, yaitu seorang remaja bernama Rival Altaf (16).
Rival, yang dikenal sebagai anak indigo, menjadi viral setelah klaimnya mampu mendeteksi lokasi 7 (tujuh) korban yang masih tertimbun material longsor.
Kehadiran Rival di lokasi, khususnya di Dusun Cibuyut, menarik perhatian tim Basarnas dan relawan. Meskipun tidak terlibat langsung dalam penggalian, ia disebut memberikan petunjuk berdasarkan “penglihatan” atau “indra keenam” mengenai posisi korban yang terkubur.
@pemburumoment_namanya RIFAL anak indigo yang ikut membantu pencarian korban yang belum di temukan lokasi di dusun situkung pandanarum banjarnegara semoga semua para korban segera di temukan dan lekas membaik untuk pandanarum #longsor #pandanarum #banjarnegara #anakindigo
Petunjuk Rival Altaf: Lokasi Korban dan Jumlah yang Belum Ditemukan
Dalam keterangannya di lokasi bencana, Rival membagikan detail yang ia terima secara spiritual, mengklaim bahwa ia dapat merasakan keberadaan para korban. Rival secara konsisten menyebutkan jumlah korban yang masih hilang adalah tujuh orang, yang terdiri dari:
- Dua orang dewasa (disebutnya seperti anak sekolah dasar yang sama).
- Tiga anak kecil (termasuk satu bayi laki-laki).
- Dua korban lain yang lokasinya terpisah.
Rival bahkan memberikan deskripsi posisi korban secara spesifik kepada petugas Basarnas, misalnya menyebutkan adanya mayat yang: “terjatuh di tempat tidur. teruskan saja, ini lurus ke dalam pasir tebal, Tutupi pasir… karena pada awalnya memang seperti itu, Jika berisik, itu berarti itu ada. Oh. ya ini tingginya ada di bawah…”
Sebelumnya, Rival juga mengklaim telah membantu menunjukkan lokasi korban pertama yang ditemukan, yaitu seorang ibu hamil bersama dua anaknya. Ia menyebutkan lokasi tersebut berada di “dekat pohon bambu”.
Isu Spiritual: Sedekah Bumi dan Kesurupan Relawan
Selain memberikan petunjuk lokasi, Rival Altaf turut menyoroti isu yang beredar kencang di kalangan warga setempat, yakni dugaan bencana longsor ini berkaitan erat dengan pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi yang tidak sempurna tahun ini.
Cerita dari warga menyebutkan bahwa tradisi sedekah bumi yang umumnya dilaksanakan sebagai wujud syukur dan doa keselamatan, tidak diimplementasikan sebagaimana mestinya.
1. Persyaratan Adat: Tradisi di Dusun Cibuyut biasanya mewajibkan penyembelihan empat ekor kambing sebagai wakil dari empat RT di dusun tersebut.
2. Realisasi: Tahun ini, pelaksanaan sedekah bumi hanya menyembelih dua ekor kambing, yang menimbulkan tanda tanya dan kekhawatiran di kalangan warga.
Isu spiritual ini semakin kuat setelah beberapa petugas SAR di lokasi sempat mengalami kesurupan beberapa hari sebelum kehadiran Rival.
Kendati demikian, Tim SAR gabungan yang melibatkan 823 personel dengan dukungan alat berat dan anjing pelacak K9 tetap menjadikan metode pencarian ilmiah sebagai landasan utama, sambil menyambut setiap informasi yang dapat membantu percepatan evakuasi.
Kehadiran Rival Altaf, meskipun kontroversial, telah menjadi kisah viral yang menambah dimensi unik dalam upaya kemanusiaan di tengah duka bencana longsor Majenang.***


























