Bandung Barat, Mevin.ID – Cililin, sebuah desa di Kabupaten Bandung Barat, telah lama dikenal sebagai “Kota Wajit” berkat popularitas makanan khasnya, wajit.
Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya masyarakat dan pemerintah setempat dalam mempromosikan wajit ke berbagai daerah dengan berbagai inovasi dan modifikasi.
Hal ini diungkapkan oleh Tati Supriati Irwan, S.Sos., dalam acara sosialisasi Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017 tentang Ekonomi Kreatif yang digelar di Kantor Desa Cililin, Senin (17/3).
Wajit sebagai Identitas Cililin
Tati Supriati Irwan menegaskan bahwa wajit telah menjadi identitas utama Cililin. “Identitas Cililin memang naik karena wajit, sehingga perlu inovasi untuk terus dikembangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, wajit tidak hanya sekadar makanan tradisional, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang dapat mendorong kunjungan wisatawan ke Cililin.
“Misalnya, bagaimana wajit dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi Cililin dan mencicipi wajit langsung dari tempatnya,” kata Tati.
Dorongan untuk Ekonomi Kreatif Berbasis Digital
Tati juga menyoroti pentingnya mengembangkan ekonomi kreatif berbasis digital dan teknologi.
“Kami berharap agar ekonomi kreatif di Cililin dapat tumbuh dengan memanfaatkan media dan teknologi,” ujarnya.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017 yang mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah.
Aspirasi Warga Cililin
Dalam acara sosialisasi tersebut, warga Cililin berkesempatan menyampaikan aspirasi dan harapan mereka. Beberapa usulan yang diajukan antara lain:
1. Pembangunan Tugu Wajit : Warga mengusulkan pembangunan tugu wajit sebagai ikon baru Cililin.
2. Gapura Selamat Datang : Warga ingin adanya gapura dengan tulisan “Selamat Datang di Sentra Wajit Cililin” untuk memperkuat identitas daerah.
3. Penanganan Sampah : Warga meminta perhatian serius dari pemerintah dalam penanganan sampah, terutama yang dihasilkan dari aktivitas usaha dan sosial.
4. Dukungan Pemerintah : Warga berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Provinsi Jawa Barat untuk menjadikan Cililin sebagai sentra ekonomi kreatif dan UMKM.
Cililin sebagai Sentra Ekonomi Kreatif
Warga Cililin berharap agar desa mereka tidak hanya dikenal sebagai penghasil wajit, tetapi juga sebagai pusat ekonomi kreatif dan UMKM di Kabupaten Bandung Barat.
“Hampir semua aktivitas di Cililin, baik usaha maupun sosial, membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk berkembang,” ujar salah seorang warga.
Langkah ke Depan
Untuk mewujudkan harapan tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
1. Peningkatan Promosi : Memanfaatkan media digital untuk mempromosikan wajit dan produk UMKM lainnya dari Cililin.
2. Pembangunan Infrastruktur : Membangun fasilitas pendukung seperti tugu wajit dan gapura selamat datang.
3. Pelatihan dan Pendampinganb: Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan pemasaran.
4. Penanganan Sampah : Menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efektif untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
Cililin memiliki potensi besar untuk menjadi sentra ekonomi kreatif dan UMKM di Kabupaten Bandung Barat. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Cililin dapat terus berkembang dan memperkuat identitasnya sebagai “Kota Wajit” yang berdaya saing.
Pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital dan teknologi menjadi kunci untuk memajukan UMKM di Cililin.
Dukungan pemerintah dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan diharapkan dapat mewujudkan Cililin sebagai destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif yang berkelanjutan.***


























