JAKARTA, Mevin.ID – Di tengah riuhnya polemik alumni LPDP yang enggan pulang ke tanah air, opini lama artis multitalenta Cinta Laura kembali menjadi perbincangan hangat.
Cinta menyoroti sistem seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dinilainya sering kali “salah sasaran” karena memberikan bantuan dana kepada mereka yang secara finansial sudah sangat mapan.
Dalam sebuah diskusi, lulusan Columbia University ini menyatakan kesedihannya melihat dana publik justru mengalir ke kantong mereka yang sebenarnya tidak membutuhkan bantuan biaya.
Kaya Banget, Tapi Pakai Uang Negara
Cinta menceritakan pengalamannya bertemu dengan oknum penerima beasiswa yang berasal dari keluarga kelas atas. Menurutnya, biaya pendidikan di universitas bergengsi dunia bukanlah masalah bagi keluarga tersebut.
“Aku punya kenalan, dia itu anak orang kaya banget. Enggak perlu beasiswa, orang tuanya tinggal ‘criiing’ bayar biaya kuliahnya. Tapi orang ini dapat beasiswa dari negara,” ungkap Cinta Laura.
Ia berpendapat bahwa secara etika, mereka yang mampu seharusnya membiayai pendidikannya sendiri secara mandiri (self-funded), sehingga kuota beasiswa bisa dialokasikan kepada anak bangsa yang cerdas namun terbentur biaya.
Prioritas untuk yang Membutuhkan
Bagi Cinta, esensi dari sebuah beasiswa dari pemerintah adalah pemerataan kesempatan. Ia yakin banyak anak Indonesia yang memiliki kualifikasi akademik luar biasa untuk menembus kampus top dunia, namun mimpi mereka terkubur karena keterbatasan ekonomi.
“Ayo bantu orang-orang kayak gitulah. Kalau orang-orang yang sudah kaya dan emang pintar, let them pay themselves. Berikan beasiswanya ke mereka yang benar-benar tidak bisa afford sekolah di luar negeri,” imbuhnya tegas.
Sistem LPDP dan Isu Keadilan Sosial
Kritik Cinta Laura ini seolah memotret fenomena privilege dalam dunia pendidikan. Saat ini, LPDP memang memiliki berbagai kategori, mulai dari afirmasi (untuk daerah tertinggal/miskin) hingga kategori reguler yang bisa diikuti oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang ekonomi, selama memenuhi syarat akademik.
Namun, pernyataan Cinta memicu diskusi publik mengenai perlukah tes kemampuan finansial (means testing) diberlakukan lebih ketat dalam semua kategori beasiswa LPDP guna memastikan asas keadilan sosial.
Apa yang disampaikan Cinta Laura adalah pengingat bahwa dana LPDP adalah dana abadi pendidikan yang berasal dari pajak rakyat.
Penggunaannya harus memberikan return atau dampak maksimal bagi kemajuan bangsa, yang dimulai dari memberikan akses bagi mereka yang paling membutuhkan.***
Editor : Bar Bernad


























