BANDUNG, Mevin.ID – Senin sore (23/2), Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kehilangan hingar-bingar biasanya. Tidak ada gemuruh bobotoh, tidak ada nyanyian fanatik yang memekakkan telinga.
Namun, di tepi lapangan hijau yang tenang itu, tersimpan sebuah cerita tentang cara mencintai yang berbeda.
Dua kakak beradik, Fabio Firgaseta Aldebaran dan Gianluca Firgaseta Alkandara, berdiri terpaku. Pandangan mereka lekat menatap Marc Klok dan kawan-kawan yang sedang melahap menu latihan di bawah arahan Bojan Hodak.
Hari itu, mereka bukan sekadar penonton di tribun jauh; mereka adalah tamu kehormatan Pangeran Biru.
Bermula dari Tribun yang Sepi
Langkah Fabio dan Gianluca menuju tepi lapangan GBLA tidak lahir dari keberuntungan undian, melainkan dari sebuah aksi tulus dua bulan silam.
Mundur ke tanggal 27 Desember 2025, saat peluit panjang laga PERSIB menjamu PSM Makassar baru saja ditiup. Di saat ribuan pasang kaki bergegas meninggalkan stadion menuju pintu keluar, Fabio dan Gianluca justru memilih bertahan di tempat duduk mereka.
Bukan untuk menunggu sesi foto, bukan pula berburu jersei pemain. Dengan gerakan cekatan, keduanya mulai memunguti botol plastik, bungkus makanan, dan sisa-sisa logistik yang tertinggal di area tribun.
Tanpa instruksi, tanpa kamera yang mereka siapkan sendiri. Bagi mereka, GBLA bukan sekadar beton dan rumput, melainkan “rumah bersama” yang harus dijaga martabatnya.
Aksi senyap itu terekam oleh ponsel penonton lain, viral di media sosial, dan akhirnya sampai ke telinga manajemen klub.
Hadiah untuk Sang Penjaga Rumah
Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian yang menyentuh hati tersebut, PT PERSIB Bandung Bermartabat (PBB) mengundang keduanya masuk ke dalam “dapur” tim. Mereka diberikan akses eksklusif untuk melihat lebih dekat bagaimana idola mereka bersiap menghadapi laga berikutnya.
Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa undangan ini adalah pesan bagi seluruh pecinta sepak bola Indonesia.
“Apa yang dilakukan Fabio dan Gianluca menjadi pengingat bahwa mencintai klub juga berarti menjaga rumahnya. Kami berharap semangat ini bisa menginspirasi banyak pihak,” ujar Adhitia.
Lebih dari Sekadar Tanda Tangan
Sesi latihan sore itu ditutup dengan momen hangat. Fabio dan Gianluca berkesempatan berbincang singkat, berfoto, dan membawa pulang tanda tangan para pemain idola yang menghiasi jersei mereka.
Namun, bagi siapa pun yang menyaksikan momen tersebut, ada pesan yang lebih besar dari sekadar suvenir. Fabio dan Gianluca membuktikan bahwa loyalitas kepada klub tidak melulu soal suara yang habis karena bersorak, tapi juga soal tangan yang kotor demi menjaga kebersihan lingkungan.
Karena pada akhirnya, stadion adalah rumah. Dan rumah yang baik, hanya akan terasa nyaman jika dijaga bersama oleh penghuninya.***
Editor : Bar Bernad
Sumber Berita: Persib.co.id















![BPTJ akan membatasi truk angkutan barang di masa libur Nataru 2023, mulai 24 Desember. [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/tom]](https://mevin.id/wp-content/uploads/2026/03/29108-jalan-tol-jakarta-cikampek-ditutup-imbas-demo-buruh-di-cikarang-360x200.webp)










