Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung. ANTARA/Ricky Prayoga.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung. ANTARA/Ricky Prayoga.

KUNINGAN, Mevin.ID – Sejumlah destinasi wisata di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, kini berada dalam ancaman penutupan.

Langkah tegas ini diambil menyusul adanya laporan dugaan kerusakan alam akibat praktik bisnis yang memicu isu alih fungsi lahan di kaki gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), secara terbuka menyatakan kegelisahannya atas kondisi riil di lapangan. Ia menilai terdapat ketidaksinkronan data antara pernyataan resmi kepala daerah dengan temuan di lapangan terkait komersialisasi lahan konservasi.

Hutan Bukan Tempat Usaha

Dalam sebuah forum resmi, KDM menegaskan bahwa fungsi utama kementerian terkait dan pengelola TNGC adalah menjaga hutan sebagai cagar alam, bukan justru membuka ruang usaha secara masif.

“Hutan bukan tempat usaha. Jadi tolong Pak Sekda buatkan nota dinas dan mengirimkan surat protes resmi ke Kementerian Kehutanan agar aktivitas komersialisasi tersebut dihentikan,” tegas KDM dalam koordinasi bersama Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman.

Ancaman Bencana bagi Warga Kuningan

KDM memperingatkan bahwa kerusakan ekosistem di Gunung Ciremai akan memberikan dampak bencana langsung bagi warga Kuningan dan sekitarnya.

Ia menyoroti bahwa kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat sering kali tidak mempertimbangkan kegelisahan warga lokal yang berhadapan langsung dengan ancaman alam.

“Walaupun itu kewenangan dia (Pusat), tetapi justru itu menimbulkan kegelisahan bagi warga dan ancaman bagi alam. Kita hadapi saja,” imbuhnya dengan nada bicara yang menyinggung pentingnya menjaga kesakralan hutan.

Langkah Pemerintah Provinsi

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengirimkan surat protes resmi ke Kementerian Kehutanan.

Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kembali seluruh izin aktivitas komersial di lahan TNGC demi mencegah kerusakan alam yang lebih parah.

Isu alih fungsi lahan ini juga sempat dikaitkan dengan tudingan bahwa kondisi hutan di Kuningan menjadi salah satu pemicu banjir di wilayah tetangga, seperti Cirebon.

Dengan adanya tindakan tegas ini, diharapkan fungsi hutan lindung sebagai daerah resapan air kembali pulih seutuhnya.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus
Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat
Seruan Setop Bayar Pajak Kendaraan: Pemprov Jateng Kalang Kabut, Siapkan Diskon 5 Persen
Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak
Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan
WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”
Transformasi Regulasi Cagar Budaya dan Implikasi Yuridis Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung
Tragedi Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung: Terungkap Korban Alami Perundungan Sejak SD

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 21:34 WIB

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus

Senin, 16 Februari 2026 - 20:59 WIB

Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat

Senin, 16 Februari 2026 - 19:31 WIB

Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak

Senin, 16 Februari 2026 - 19:07 WIB

Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan

Senin, 16 Februari 2026 - 15:02 WIB

WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”

Berita Terbaru