MAKASSAR, Mevin.ID – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Makassar kembali memicu insiden pohon tumbang.
Kali ini, seorang pedagang buah rambutan menjadi korban setelah pohon besar menimpa dirinya dan kendaraan operasionalnya di Jalan Ir Sutami, Kecamatan Tamalanrea, Minggu (1/2/2026).
Kronologi Kejadian
Peristiwa naas ini terjadi sekitar pukul 11.40 Wita di Kelurahan Tamalanrea (samping tol). Korban diketahui berinisial HAL (31) atau Hasma Ayu Lestari, warga yang saat itu sedang berjualan buah rambutan menggunakan mobil pikap di bahu jalan.
Menurut keterangan saksi dan pihak kepolisian, korban sempat panik saat angin kencang datang tiba-tiba. Namun, sebelum sempat menyelamatkan diri, pohon di samping lokasi berjualannya roboh dan menimpa bagian depan mobil pikap hingga ringsek, mengenai tubuh korban.
Evakuasi Korban dan Pembersihan Lokasi
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, M Fadly Thahar, mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari BPBD, Damkarmat, dan Polsek Tamalanrea segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
- Kondisi Korban: Korban mengalami luka pada bagian kepala sebelah kanan dan langsung dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo (sebelumnya sempat dilaporkan ke RS Daya) untuk mendapatkan perawatan intensif.
- Lalu Lintas: Proses pemotongan dahan pohon sempat menghambat arus lalu lintas, namun berhasil dinormalkan kembali setelah petugas membersihkan sisa-sisa material pohon.
Imbauan Pemerintah Setempat
Camat Tamalanrea, Ikbal, mengungkapkan bahwa selain di Jalan Ir Sutami, terdapat dua titik pohon tumbang lainnya di wilayahnya, yakni di Jalan Perintis Kemerdekaan dan Bontoa Parangloe.
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem berlangsung.
“Kami meminta masyarakat tidak berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang, serta segera melaporkan potensi bahaya ke call center darurat,” ujarnya.
Pihak BMKG sendiri memang telah memprediksi adanya peningkatan intensitas hujan di wilayah Sulawesi Selatan, sehingga warga diminta tetap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan pohon tumbang.***
Editor : Bar Bernad


























