Da’i Bachtiar: Ledakan di SMAN 72 Lebih Berbahaya dari Terorisme Konvensional

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Insiden ledakan yang terjadi di Masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, saat Shalat Jumat (7/11/2025) siang.  Foto: Ist

Insiden ledakan yang terjadi di Masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, saat Shalat Jumat (7/11/2025) siang. Foto: Ist

Jakarta, Mevin.ID – Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar menilai kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta yang melibatkan anak sebagai pelaku merupakan bentuk ancaman baru yang lebih berbahaya daripada terorisme konvensional.

Menurut Da’i, ancaman terorisme di masa lalu masih dapat diidentifikasi karena memiliki struktur organisasi, tujuan, dan jaringan yang jelas. Namun, fenomena terbaru muncul dari lingkungan sosial yang dekat dengan masyarakat, bahkan dari kalangan pelajar.

“Kalau teroris jelas organisasinya, bisa dibongkar dan dilacak. Tapi kalau yang ngebom anak-anak kita sendiri, tanpa motivasi apa-apa, itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Itu yang paling berbahaya,” kata Da’i Bachtiar dalam diskusi di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Da’i menegaskan, peristiwa ledakan di SMAN 72 harus menjadi peringatan nasional bahwa ancaman kekerasan kini dapat tumbuh di lingkungan keluarga dan sekolah. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum atau pemerintah.

“Bahaya seperti ini tidak cukup ditangani aparat. Kita semua, terutama keluarga dan lingkungan terdekat, harus terlibat. Karena ancamannya ada di sekitar kita sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pengalaman panjang Indonesia dalam menghadapi aksi teror, mulai dari tragedi Bom Bali hingga pengeboman rumah ibadah dan kantor pemerintahan, yang mampu ditekan lewat pembentukan BNPT dan program deradikalisasi. Namun, pendekatan tersebut dinilai tak cukup untuk menjawab ancaman baru yang melibatkan remaja.

“Kalau anak-anak sendiri yang melakukannya, ini jauh lebih sulit diantisipasi. Jangan anggap remeh, karena bisa jadi bahaya laten yang tumbuh di rumah kita sendiri,” tegas Da’i.

Diketahui, ledakan terjadi di lingkungan SMAN 72 Jakarta, kompleks Kodamar TNI AL Kelapa Gading, pada Jumat (7/11/2025) siang. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan korban luka bakar dan serpihan, serta memicu kepanikan di sekitar sekolah.

Polisi menyebut, pelaku merupakan siswa sekolah tersebut yang masih berusia 17 tahun dan diduga sempat mengalami bullying sebelum kejadian.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Perintahkan Audit Total Toba Pulp Lestari, Negara Mulai Mengetuk Pintu Industri Kehutanan
Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan
Ijazah Jokowi Ditunjukkan dalam Gelar Perkara Khusus, Polemik Publik Mulai Mereda
Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Fokus Merawat Memori Kolektif Bangsa
Presiden Prabowo: Sumatera Bukan Tempat Wisata Bencana, Pejabat Harus Fokus Bantu Korban
14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah, Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Memori Kolektif
Perusahaan Biang Banjir Sumatera Dipetakan, Terancam Pidana dan Ganti Rugi
AS Perketat Akses Masuk, Riwayat Media Sosial Jadi Alat Penyaringan Digital

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 12:05 WIB

Prabowo Perintahkan Audit Total Toba Pulp Lestari, Negara Mulai Mengetuk Pintu Industri Kehutanan

Senin, 15 Desember 2025 - 21:21 WIB

Ijazah Jokowi Ditunjukkan dalam Gelar Perkara Khusus, Polemik Publik Mulai Mereda

Senin, 15 Desember 2025 - 20:19 WIB

Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Fokus Merawat Memori Kolektif Bangsa

Senin, 15 Desember 2025 - 18:49 WIB

Presiden Prabowo: Sumatera Bukan Tempat Wisata Bencana, Pejabat Harus Fokus Bantu Korban

Senin, 15 Desember 2025 - 18:42 WIB

14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah, Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Memori Kolektif

Berita Terbaru