Jakarta, Mevin.ID – Presiden melakukan kunjungan maraton selama 12 jam ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra pada Senin (1/12). Tiga titik bencana di tiga provinsi disambangi berurutan: Tapanuli Tengah (Sumatra Utara), Kutacane – Aceh Tenggara (Aceh), dan Padang Pariaman (Sumatra Barat).
Di tiap lokasi, kepala negara menyampaikan duka cita kepada para keluarga korban sekaligus memastikan bahwa negara hadir sepenuhnya dalam situasi darurat ini.
“Saya berdoa bapak-bapak, ibu-ibu akan tabah dan tegar. Kita semua satu keluarga besar. Kita tidak akan membiarkan saudara-saudara memikul penderitaan sendirian,” ujarnya di hadapan warga.
Tapanuli Tengah: Evakuasi, Bantuan Mendesak, dan Distribusi Logistik Udara-Laut
Lokasi pertama yang ditinjau Presiden adalah Tapanuli Tengah, kawasan yang terdampak parah akibat banjir bandang dan longsor. Presiden melihat langsung proses evakuasi serta penyaluran bantuan mendesak seperti bahan pangan, BBM, layanan dasar, dan pemulihan jaringan listrik.
Pendukung logistik dikerahkan secara terpadu. Pesawat Hercules dan helikopter mengangkut bantuan ke desa-desa yang akses daratnya terputus. Sementara itu, kapal besar yang telah merapat di Pelabuhan Sibolga memperkuat suplai bantuan untuk wilayah pesisir dan terpencil.
Kutacane, Aceh Tenggara: Koordinasi Darurat dan Normalisasi Sungai
Dari Sumut, rombongan bergerak ke Kutacane, Aceh Tenggara, untuk memimpin koordinasi penanganan darurat tahap awal. Presiden menekankan normalisasi aliran sungai sebagai prioritas utama untuk mencegah banjir susulan.
Pemulihan jembatan antardesa yang terputus, pengumpulan data kebutuhan warga, dan perbaikan fasilitas publik—termasuk sekolah desa—menjadi instruksi langsung dari Presiden agar layanan dasar cepat pulih.
Padang Pariaman: Dapur Umum, Pengungsian, dan Rekonstruksi Akses Jalan
Kunjungan terakhir dilakukan di Padang Pariaman, Sumatra Barat. Presiden mengecek operasional dapur umum, kondisi posko pengungsian, dan layanan kesehatan.
Pemulihan jaringan listrik, distribusi BBM dan air bersih, serta rekonstruksi akses jalan dan jembatan rusak ditegaskan sebagai prioritas untuk mempercepat normalisasi kegiatan masyarakat.
Apresiasi untuk Petugas, Janji Negara untuk Pemulihan
Presiden menyampaikan apresiasi atas sinergi cepat BNPB, TNI, Polri, Kementerian PUPR, serta pemerintah daerah. Namun ia menegaskan bahwa tugas pemulihan belum selesai.
“Duka cita yang mendalam saya sampaikan kepada korban dan keluarga. Pemerintah akan terus hadir, mengawal rekonstruksi seluruh infrastruktur terdampak dan memastikan bantuan tersalurkan tepat guna,” ucap Presiden.***


























