Dalami Aliran Dana Suap Bupati Bekasi, KPK Garap Pimpinan Legislatif dan ASN.

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami pusaran kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.

Kali ini, tim penyidik memanggil pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi untuk diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Pimpinan Legislatif Diperiksa sebagai Saksi

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi pemanggilan sejumlah pejabat penting dari lingkungan legislatif Kabupaten Bekasi. Mereka dipanggil untuk memberikan keterangan guna melengkapi berkas perkara tersangka Ade Kuswara dkk.

Adapun pihak-pihak yang dipanggil adalah:

  • Aria Dwi Nugraha (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi).
  • Nyumarno (Anggota DPRD Kabupaten Bekasi).
  • HP (Seorang Aparatur Sipil Negara/ASN di lingkungan Pemkab Bekasi).

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK atas nama ADN selaku Wakil Ketua DPRD dan NYO selaku anggota DPRD Kabupaten Bekasi,” ujar Budi Prasetyo kepada awak media.

Penyidikan Meluas ke Sektor Legislatif

Pemanggilan ini merupakan buntut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 18 Desember 2025 lalu. Hingga saat ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka utama dalam kasus dugaan suap ijon proyek tersebut:

  •  Ade Kuswara Kunang (ADK): Bupati Bekasi nonaktif (Penerima Suap).
  • HM Kunang (HMK): Ayah Bupati sekaligus Kepala Desa Sukadami (Penerima Suap).
  • Sarjan (SRJ): Pihak Swasta (Pemberi Suap).

Pemeriksaan terhadap pimpinan DPRD ini memicu spekulasi mengenai sejauh mana keterlibatan legislatif dalam memuluskan anggaran atau paket proyek yang menjadi objek suap.

Namun, KPK hingga kini belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai materi pemeriksaan terhadap Aria dan Nyumarno.

Sekilas Kasus Suap Kabupaten Bekasi

Keterangan

Detail Perkara

Tanggal OTT

18 Desember 2025

Lokasi

Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Tersangka Utama

Ade Kuswara Kunang dkk

Modus Operandi

Dugaan Suap Ijon Proyek Pemkab Bekasi

Total Dana Terdeteksi

Diperkirakan mencapai belasan miliar rupiah

Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan di Gedung KPK masih berlangsung.

Publik menanti langkah KPK selanjutnya untuk mengungkap kemungkinan adanya tersangka baru di balik kasus yang menyeret keluarga besar Bupati Bekasi ini.***

Facebook Comments Box

Penulis : Clendy Saputra

Editor : Pratigto

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH
Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional
Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan
Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar
Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan
Lembang dan Ciwidey Terancam “Tenggelam” dalam Beton, FK3I Desak Gubernur Dedi Mulyadi Evaluasi Izin Wisata
Netizen Murka! Satwa Dilindungi Jadi Konten Joget, Otoritas Kejar Pelaku Hingga Jambi.
Kabar Baik! Bupati Bogor Temui Pendemo di Cigudeg: Kompensasi Cair Minggu Depan, Jalan Khusus Tambang Dikebut

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:13 WIB

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:44 WIB

Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:30 WIB

Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:54 WIB

Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:49 WIB

Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan

Berita Terbaru