Dana Desa 2026 Turun Drastis, Bupati Majalengka: Kades Jangan Galau, Masih Ada ADD!

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJALENGKA, Mevin.ID – Kabar kurang sedap datang bagi pemerintah desa di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Majalengka.

Alokasi Dana Desa (DD) dari Pemerintah Pusat untuk tahun anggaran 2026 mengalami penurunan drastis. Rata-rata, setiap desa hanya akan mengantongi alokasi sekitar Rp300 juta.

Penurunan ini merupakan implikasi dari kebijakan fiskal pusat yang dialokasikan secara nasional. Meski anggaran berkurang, fokus penggunaan Dana Desa telah diatur ketat dalam Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tahun 2025.

Fokus Prioritas Dana Desa 2026

Berdasarkan regulasi terbaru, Dana Desa tahun ini wajib difokuskan pada delapan poin utama:

  • Penanganan kemiskinan ekstrem.
  • Penguatan desa berketahanan pangan, iklim, dan tangguh bencana.
  • Peningkatan promosi dan layanan dasar kesehatan skala desa.
  • Program lumbung pangan, energi, dan lembaga ekonomi desa.
  • Dukungan implementasi Koperasi Merah Putih.
  • Pembangunan infrastruktur melalui Padat Karya Tunai Desa (PKTD).
  • Pembangunan infrastruktur digital dan teknologi.
  • Pengembangan potensi unggulan desa.

Bupati Eman Suherman: Jangan Melemah!

Menanggapi kebijakan tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman meminta para Kepala Desa (Kades) untuk tidak berkecil hati. Menurutnya, keterbatasan anggaran harus dijawab dengan kreativitas dan pengelolaan yang lebih cermat.

“Ini sudah menjadi putusan pusat secara nasional. Mau tidak mau, kita di daerah harus menerima.

Namun, penurunan anggaran bukan alasan untuk melemah, justru harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih keras dan kreatif,” tegas Eman saat ditemui wartawan, Kamis (22/1/2026).

Andalkan Alokasi Dana Desa (ADD) APBD

Bupati Eman juga mengingatkan para Kades agar tidak perlu merasa “galau” yang berlebihan. Ia menekankan bahwa selain Dana Desa dari pusat, Pemkab Majalengka masih mengucurkan Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD daerah.

“Saya berpesan kepada seluruh Kepala Desa, jangan sampai galau. Dulu juga sebelum ada Dana Desa (pusat), kita hanya mengandalkan anggaran ADD, dan desa tetap bisa membangun,” jelasnya optimis.

Eman berharap dengan pengelolaan keuangan yang tepat dan skala prioritas yang tajam, pelayanan publik di tingkat desa tetap optimal.

Ia mendorong pemerintah desa untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat nyata dan langsung bagi masyarakat.***

Facebook Comments Box

Penulis : Salman Faqih

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus
Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat
Seruan Setop Bayar Pajak Kendaraan: Pemprov Jateng Kalang Kabut, Siapkan Diskon 5 Persen
Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak
Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan
WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”
Transformasi Regulasi Cagar Budaya dan Implikasi Yuridis Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung
Tragedi Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung: Terungkap Korban Alami Perundungan Sejak SD

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 21:34 WIB

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus

Senin, 16 Februari 2026 - 20:59 WIB

Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat

Senin, 16 Februari 2026 - 19:31 WIB

Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak

Senin, 16 Februari 2026 - 19:07 WIB

Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan

Senin, 16 Februari 2026 - 15:02 WIB

WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”

Berita Terbaru