JAKARTA, Mevin.ID – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi mengumumkan daftar perusahaan internasional yang lolos tahap seleksi untuk mengelola proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menangani masalah sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi melalui energi terbarukan.
Dari total 24 perusahaan internasional yang berhak mengikuti tender, Danantara baru saja mengungkapkan 8 nama besar yang didominasi oleh perusahaan asal China, Jepang, dan Prancis.
Fokus di Empat Kota Strategis
Lead of Waste-to-Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa untuk tahap pertama, proyek PSEL ini akan difokuskan pada empat wilayah yang dinilai memiliki urgensi tinggi terkait volume sampah:
- Bali
- Bogor
- Bekasi
- Yogyakarta
“Kota-kota tersebut dinilai paling siap secara administratif serta memiliki volume sampah yang mendesak untuk ditangani,” ujar Fadli dalam keterangan resminya, Senin (16/2).
Daftar 8 Perusahaan yang Lolos Tender
Berikut adalah rincian 8 perusahaan internasional yang masuk dalam bursa pengelola proyek sampah jadi listrik tersebut:
|
Asal Negara |
Nama Perusahaan |
|---|---|
|
China |
Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd |
|
China |
Wangneng Environment Co., Ltd |
|
China |
Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd |
|
China |
SUS Indonesia Holding Limited |
|
China |
China Conch Venture Holding Limited |
|
China |
PT Jinjiang Environment Indonesia |
|
Prancis |
Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd |
|
Jepang |
Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering |
Wajib Kolaborasi dengan Lokal (Konsorsium)
Danantara mewajibkan seluruh perusahaan internasional tersebut untuk membentuk konsorsium. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan; pemerintah ingin memastikan adanya transfer teknologi antara raksasa dunia dengan perusahaan lokal maupun Pemerintah Daerah.
“Kami ingin memastikan terjadinya tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” tambah Fadli.
Apa Selanjutnya?
Pengumuman pemenang tender akhir dijadwalkan akan disampaikan pada akhir Februari 2026.
Proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi teknologi, tetapi juga instrumen kebijakan publik untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah sasaran.***
Editor : Bar Bernad


























