Sumbar, Mevin.ID – Upaya pemulihan pascabanjir di Sumatera Barat terus bergerak. Di tengah wilayah yang masih berjibaku dengan lumpur dan aliran material sisa bencana, dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi salah satu penopang utama kebutuhan makan warga.
Kepala Kantor Regional BGN Sumatera Barat, Ikhsan, menyebut ada 41 SPPG yang kini aktif di berbagai kabupaten/kota. Totalnya, 107.822 paket makanan telah dibagikan kepada masyarakat terdampak banjir dalam beberapa hari terakhir.
“Sekolah-sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpaksa diliburkan karena bencana. Dapur MBG kemudian kami alihkan fungsinya menjadi dapur umum bagi warga yang membutuhkan,” ujar Ikhsan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Distribusi bantuan ini tersebar di berbagai titik yang sebelumnya paling parah diterjang banjir bandang:
- Pasaman Barat: 3 SPPG menyalurkan 4.135 paket makanan
- Pesisir Selatan: 10 SPPG menyalurkan 22.000 paket
- Tanah Datar: 4 SPPG menyalurkan 14.000 paket
- Solok (kabupaten): 5 SPPG menyalurkan 15.649 paket
- Bukittinggi: 6 SPPG menyalurkan 15.649 paket
- Pariaman: 2 SPPG menyalurkan 5.596 paket
- Solok (kota): 3 SPPG menyalurkan 9.000 paket
- Padang: 8 SPPG menyalurkan 22.000 paket
Dengan mobilisasi dapur umum hingga ke wilayah-wilayah yang terisolasi, SPPG menjadi penyangga kebutuhan dasar warga di masa krisis.
Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, keberadaan dapur gizi ini menjadi bukti bahwa kehadiran negara benar-benar dirasakan sampai ke meja makan warga yang kehilangan segalanya.*””


























