Dari Gizi Anak ke Swasembada Pangan: Potensi Ekonomi di Balik Program MBG

- Redaksi

Senin, 9 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Murid SDN Jati 05 Pagi Pulogadung, Jakarta, menikmati makanan program makan bergizi gratis (MBG), pada Senin, 3 Februari 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

i

Murid SDN Jati 05 Pagi Pulogadung, Jakarta, menikmati makanan program makan bergizi gratis (MBG), pada Senin, 3 Februari 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Jakarta, Mevin.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak Indonesia, tetapi juga membuka potensi pasar baru yang besar bagi sektor pangan dan peternakan nasional.

Hal ini disampaikan oleh Tim Pakar Bidang Susu Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Epi Taufik, dalam diskusi BGN Talks Episode 2: “Susu, Kunci Gizi Anak Indonesia?” yang ditayangkan melalui kanal YouTube resmi BGN, Senin (9/6).

Epi menyebut program MBG merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana publik untuk kepentingan masyarakat secara luas.

“Ini uang dari pajak rakyat yang kembali lagi ke rakyat. MBG menciptakan pasar baru yang pasti karena negara akan membeli bahan pangan setiap hari,” jelasnya.

Kebutuhan Tinggi, Pasar Terbuka Lebar

Diperkirakan saat 30.000 dapur MBG beroperasi penuh, kebutuhan harian akan produk peternakan akan meningkat tajam, di antaranya:

  • 300 kg daging ayam per dapur,
  • 3.000 butir telur, dan
  • 400 liter susu setiap hari.

Jika hanya 10.000 dapur saja yang aktif, produksi nasional diprediksi belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

“Tidak ada satu pun perusahaan yang bisa menyuplai semuanya sendiri. Ini peluang besar bagi peternak rakyat dan industri pangan untuk berkembang,” kata Epi.

Program MBG dipandang sebagai insentif nyata bagi investor untuk masuk ke sektor peternakan dan susu karena adanya jaminan pasar.

“Kalau dulu sulit menarik investor, sekarang ada pasar yang jelas—negara membeli setiap hari. Ini yang disebut sebagai new emerging market,” tambahnya.

Mengurangi Ketergantungan Impor

Meski saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 3,7 juta ton susu per tahun, Epi menekankan bahwa program MBG tidak ditujukan untuk memperbesar impor, melainkan mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan menuju swasembada pangan.

“Program ini jadi pemicu agar peternak menambah populasi sapi, membuka peternakan baru, dan meningkatkan kapasitas produksi nasional,” ujarnya.

Strategi Nasional Hadapi Krisis

Lebih jauh, Epi menyebut MBG sebagai bagian dari strategi nasional dalam menghadapi tantangan global ke depan. Ia menyoroti bahwa ketahanan pangan dan energi menjadi kunci dalam menghadapi situasi krisis seperti pandemi atau konflik geopolitik.

“Pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan betapa pentingnya memiliki cadangan dan produksi pangan sendiri. Kalau kita mandiri, kita bisa bertahan. MBG adalah salah satu jalan ke arah sana,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ujian Kesabaran Jokowi: Rekonsiliasi atau Penegakan Hukum dalam Kasus Rismon Sianipar?
687 Orang Tewas Akibat Serangan Israel, Termasuk 98 Anak-Anak dan Paramedis
Dunia di Ambang Perang Baru: Rudal Inggris Hantam Bryansk, Rusia Tuduh London Terlibat Langsung
Momen Ramadan, Wapres Gibran Maafkan Rismon Sianipar Terkait Polemik Ijazah Palsu
Sukabumi Diguncang Gempa M 5,4 Dini Hari, Getaran Terasa hingga Jakarta
Sebut Rismon Sianipar Berkhianat, Ahmad Khozinudin: Dia Merendahkan Diri di Hadapan Jokowi
Roy Suryo Serahkan Opsi ‘Restorative Justice’ ke Kuasa Hukum, Tegaskan Tetap Pegang Data 99,9%
Respons Arahan Menteri LH, Gubernur Pramono Anung Tutup Zona 4A Bantargebang dan Siapkan PLTSa

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:45 WIB

Ujian Kesabaran Jokowi: Rekonsiliasi atau Penegakan Hukum dalam Kasus Rismon Sianipar?

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:46 WIB

687 Orang Tewas Akibat Serangan Israel, Termasuk 98 Anak-Anak dan Paramedis

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:12 WIB

Dunia di Ambang Perang Baru: Rudal Inggris Hantam Bryansk, Rusia Tuduh London Terlibat Langsung

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:34 WIB

Sukabumi Diguncang Gempa M 5,4 Dini Hari, Getaran Terasa hingga Jakarta

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:16 WIB

Sebut Rismon Sianipar Berkhianat, Ahmad Khozinudin: Dia Merendahkan Diri di Hadapan Jokowi

Berita Terbaru