Bandung, Mevin.ID — Ikatan Istri Anggota Dewan (IKIAD) tak lagi sekadar diposisikan sebagai organisasi pendamping, melainkan mulai menegaskan perannya sebagai ruang strategis pemberdayaan perempuan dalam ekosistem politik dan sosial. Hal ini tercermin dalam keterlibatan aktif IKIAD Kota Bekasi pada tiga agenda penting IKIAD Provinsi Jawa Barat yang digelar di Rooftop DPRD Provinsi Jawa Barat, Selasa (9/12/2025).
Agenda tersebut meliputi Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Seminar Public Speaking bertema Efektif, Dinamis, dan Asertif untuk Organisasi Perempuan, serta perayaan satu tahun kepengurusan IKIAD Provinsi Jawa Barat. Ketiganya dirangkai dalam satu kegiatan yang menekankan refleksi, peningkatan kapasitas, dan konsolidasi organisasi.
Delegasi IKIAD Kota Bekasi dipimpin langsung oleh Ketua Periode 2024–2029, Ny. Susi Listyaningsih, S.Pd. Ia menilai momentum ini penting untuk memperkuat peran perempuan di sekitar lembaga legislatif, baik dalam mendukung kerja anggota dewan maupun dalam kontribusi sosial di tengah masyarakat.
“Kemampuan komunikasi yang efektif dan asertif bukan hanya soal tampil di depan umum, tetapi juga soal membangun kepercayaan diri, menyampaikan gagasan, dan menjadi representasi yang baik di ruang publik,” ujar Susi menyoroti pentingnya seminar public speaking dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua IKIAD Provinsi Jawa Barat, Elin Mulyani, S.S., yang juga memimpin perayaan satu tahun kepengurusan. Kehadiran Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Iwan Suryawan, S.Sos., menjadi penanda dukungan institusional terhadap penguatan peran organisasi istri anggota dewan dalam dinamika pembangunan daerah.
Selain sesi seminar yang bersifat edukatif, acara berlangsung dalam suasana hangat dan inklusif dengan suguhan seni musik angklung sebagai representasi budaya Sunda. Pertunjukan ini disambut antusias peserta dan memperkuat nuansa kebersamaan antaranggota IKIAD se-Jawa Barat.
Bagi IKIAD Kota Bekasi, keikutsertaan dalam agenda ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk terus meningkatkan kapasitas anggotanya. Organisasi ini melihat bahwa penguatan peran perempuan di lingkar legislatif dapat menjadi soft power penting dalam mendorong komunikasi publik yang lebih humanis dan partisipatif.
Melalui kegiatan semacam ini, IKIAD menegaskan diri sebagai ruang belajar, jejaring, dan pengabdian sosial yang relevan dengan tantangan zaman. (Adv)***
Penulis : Fathur Rachman
Editor : Pratigto


























