Dari Kampus ke Hutan: Cerita Generasi Baru Penjaga Ekosistem Tahura Ir. H Djuanda Bandung

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuliah lapangan Mahasiswa di Tahura Ir. H Djuanda

Kuliah lapangan Mahasiswa di Tahura Ir. H Djuanda

BANDUNG, Mevin.ID – Di tengah sejuknya udara Dago dan rimbunnya pepohonan yang memayungi kawasan seluas 526 hektar, sekelompok anak muda tampak serius bergelut dengan alam.

Bukan sedang berwisata biasa, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung dan IPB University ini tengah menjalani babak baru dalam perjalanan akademik mereka melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda.

Di bawah bimbingan Dicky, seorang rimbawan sekaligus Penjaga Ekosistem Hutan Tahura Bandung, para mahasiswa ini mendapatkan “kuliah lapangan” yang sesungguhnya—sesuatu yang sulit didapatkan hanya dari balik meja kampus.

Dari Kamera Trap hingga Misteri Tumbuhan Bawah

Linda Zahira, mahasiswi jurusan Biologi UIN Bandung mengatakan, dirinya menjalani tugas PKL dengan mengikuti seluruh program konservasi.

Di Tahura sendiri, beberapa kegitan yang telah dilakukan sebelumnya adalah memasangkan kamera trap di sungai Cikapundung, identifikasi fauna termasuk mengamati banyaknya jenis kupu-kupu di Kawasan tersebut.

Kegiatan terbaru di tebing keraton yaitu pengamatan burung, yang bisa dijadikan bahan penelitian lanjutan bagi para mahasiswa.

“Kalau saya sendiri di sini akan melakukan Kegiatan inventaris tumbuhan bawah Di kawasan Curug Dago,” ujar mahasiswi semester 6 ini kepada Mevin.ID, awal pekan Januari 2026 lalu.

Baginya, setiap jengkal tanah di Tahura menyimpan data penting bagi keberlangsungan ekosistem.

Mendobrak Teori, Membuka Pandangan Baru

Bagi Aisyah Puteri dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Tahura adalah cermin nyata dari teori perlindungan dan perawatan hutan yang selama ini ia pelajari.

Ia mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mendengar paparan dari Dicky.

“Di bangku kuliah dengan cerita di luar (lapangan) itu ternyata bisa berbeda. Ada banyak pandangan lain terkait ekologi yang benar-benar membuka mata saya,” ungkap Puteri antusias.

Senada dengan Puteri, Sanjani Frasya, rekan sejawatnya dari jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata IPB, sengaja memilih Tahura sebagai tempat magang mandiri melalui program Kampus Merdeka. Baginya, Tahura adalah laboratorium linear yang sempurna.

“Saya merasa linear, dari jurusan konservasi magang di kawasan pelestarian alam,” katanya.

Menemukan Jati Diri Rimbawan

Ada cerita menarik dari Gilang Alamsyah, mahasiswa Manajemen Hutan IPB University. Datang dengan rasa bingung mengenai peran sebenarnya seorang rimbawan, Gilang justru menemukan jawaban di antara tumpukan skripsi dan penelitian yang ada di ruangan kerja Pak Dicky.

“Awalnya saya bingung rimbawan itu kerjanya seperti apa dan apa yang bisa diulik dari kehutanan. Tapi setelah melihat kegiatan di sini, seperti penelitian cadangan karbon hingga hutan masyarakat, ini menjadi jembatan bagi saya untuk penelitian selanjutnya,” papar Gilang.

Meski serius mendalami identifikasi spesies hingga jamur-jamur langka yang ia temui, Gilang tak menampik bahwa pesona Tahura membuatnya betah.

“Seru juga sih, karena ini kawasan wisata, jadi rasanya seperti berlibur setiap hari,” ungkapnya sambil terkekeh.

Laboratorium Alam yang Tak Pernah Tidur

Kehadiran para mahasiswa ini membuktikan bahwa Tahura Ir. H. Djuanda bukan sekadar paru-paru kota Bandung atau tempat melepas penat warga lokal. Ia adalah institusi pendidikan terbuka yang terus melahirkan calon-calon penjaga bumi.

Melalui tangan-tangan muda inilah, data-data ilmiah mengenai flora dan fauna di Bandung terus diperbarui, memastikan warisan Ir. H. Djuanda tetap lestari untuk generasi mendatang.***

Facebook Comments Box

Penulis : Abdilah Kurniawan

Editor : Atep K

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecam Rencana Wali Kota Bandung, FK3I: Menghilangkan Satwa di Bandung Zoo Itu Menggelikan!
Nasib Bandung Zoo, Wali Kota Farhan Kaji 3 Opsi, Termasuk Diubah Jadi Ruang Terbuka Hijau Murni
Tarumajaya Bekasi Terendam Banjir Hingga 1 Meter, Warga Nantikan Bantuan BPBD
Polda Jabar Lacak Pelaku Teror Pembunuhan Thom Haye dan Keluarga
Pemprov Jabar Ambil Alih Pembongkaran Teras Cihampelas, Wali Kota Farhan Siapkan Izin
Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH
Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional
Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:00 WIB

Kecam Rencana Wali Kota Bandung, FK3I: Menghilangkan Satwa di Bandung Zoo Itu Menggelikan!

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:50 WIB

Nasib Bandung Zoo, Wali Kota Farhan Kaji 3 Opsi, Termasuk Diubah Jadi Ruang Terbuka Hijau Murni

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:30 WIB

Polda Jabar Lacak Pelaku Teror Pembunuhan Thom Haye dan Keluarga

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:41 WIB

Pemprov Jabar Ambil Alih Pembongkaran Teras Cihampelas, Wali Kota Farhan Siapkan Izin

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:13 WIB

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH

Berita Terbaru