Darurat Sampah! TPA Burangkeng Lumpuh Akibat Overload, Operasional Diliburkan 

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng yang terletak di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi,

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng yang terletak di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi,

Bekasi, Mevin.ID – Kondisi pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi memasuki babak mengkhawatirkan. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng secara resmi meliburkan seluruh aktivitas operasionalnya pada Jumat (26/12/2025).

Keputusan ini diambil lantaran kondisi lahan yang sudah melebihi kapasitas (overload) sehingga rawan menyebabkan longsor.

Informasi ini diperkuat dengan beredarnya video di media sosial yang menunjukkan seorang petugas keamanan TPA Burangkeng mengumumkan penghentian sementara penerimaan sampah warga.

“TPA sampah Burangkeng diliburkan karena tidak mampu lagi menampung sampah dan sering terjadi longsor,” ungkap warga dalam video tersebut.

Desakan Percepatan Teknologi Pengolahan

Menanggapi kondisi kritis ini, Ketua Forum Warga Desa Burangkeng Peduli Lingkungan (For-WADES), Aep Bin Anung, mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera merealisasikan rencana pengadaan mesin teknologi pengolahan sampah.

Menurutnya, pembuangan sampah konvensional dengan sistem open dumping sudah tidak relevan lagi dengan volume sampah warga saat ini.

“Saat ini warga sangat berharap mesin teknologi pengolahan sampah segera didatangkan. Dengan teknologi, sampah bisa diolah menjadi bahan bernilai ekonomi dan tentunya membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” ujar Aep.

Senada dengan Aep, Penanggung Jawab For-WADES, Pratigto, SH, menekankan pentingnya kehadiran investor pengolahan sampah.

Ia menilai, selain mengatasi kerusakan lingkungan, pengelolaan sampah yang profesional akan memberikan dampak positif melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Sesuai UU Pengelolaan Persampahan, hak warga yang tinggal di sekitar TPA harus diatur secara transparan dan profesional demi mengangkat ekonomi mereka,” kata Pratigto.

Sorotan Terhadap TPA Liar dan Pencemaran Sungai

Selain masalah di TPA Burangkeng, Pratigto juga menyoroti Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi terkait maraknya pembuangan sampah ilegal.

Ia mendesak pihak berwenang untuk menertibkan oknum warga maupun perusahaan yang masih nekat membuang limbah ke Sungai Bekasi.

“Dinas Lingkungan Hidup, Camat, hingga Kepala Desa harus bekerja ekstra melindungi lingkungan agar air sungai tidak terus tercemar dan rusak,” tegasnya.

Lumpuhnya TPA Burangkeng hari ini menjadi sinyal keras bagi pemerintah daerah untuk segera mencari solusi jangka panjang agar sampah tidak menumpuk di jalanan dan pemukiman warga Kabupaten Bekasi.***

Facebook Comments Box

Penulis : Clendy Saputra

Editor : Pratigto

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Bandung Terasa Lebih Dingin Akhir-akhir Ini? Begini Penjelasan BMKG
Proyek Geothermal Cipendawa Memanas, Warga Pasircina Usir Paksa Alat Berat PT DMGP
Viral! Emak-Emak Lumajang Minta Gunung Semeru Dipindah: ‘Biar saya aman di sini’
Bertaruh Nyawa di Teras Musala: Kisah Mata Nuraini, Ibu di Palembang yang Melahirkan dalam Keterbatasan
Tragis! Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa Secara Brutal, Korban Alami Trauma Berat
14 Ton Kabel Optik di Buahbatu Diturunkan, 2 Jalur Ini Jadi Sasaran Diskominfo & Apjatel Selanjutnya 
Evaluasi Wisata Bandung: Walkot Farhan Temukan Banyak Kotoran Manusia di Ruas Jalan Utama
Kecam Rencana Wali Kota Bandung, FK3I: Menghilangkan Satwa di Bandung Zoo Itu Menggelikan!

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:39 WIB

Mengapa Bandung Terasa Lebih Dingin Akhir-akhir Ini? Begini Penjelasan BMKG

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:50 WIB

Proyek Geothermal Cipendawa Memanas, Warga Pasircina Usir Paksa Alat Berat PT DMGP

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:40 WIB

Viral! Emak-Emak Lumajang Minta Gunung Semeru Dipindah: ‘Biar saya aman di sini’

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:55 WIB

Bertaruh Nyawa di Teras Musala: Kisah Mata Nuraini, Ibu di Palembang yang Melahirkan dalam Keterbatasan

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:50 WIB

Tragis! Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa Secara Brutal, Korban Alami Trauma Berat

Berita Terbaru