Darurat Scam di Indonesia: Kerugian Tembus Rp 9,1 Triliun, Kasus di Pulau Jawa Paling Menjamur

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Indonesia tengah menghadapi gelombang serangan scam atau penipuan digital yang sangat mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa total kerugian masyarakat akibat praktik ini telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp 9,1 triliun per Januari 2026.

Data ini diungkapkan oleh Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (22/1).

Jawa Menjadi “Sarang” Laporan Tertinggi

Dari total laporan yang masuk melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC), wilayah Pulau Jawa mendominasi dengan lebih dari 303.000 laporan. Sebaran ini diikuti oleh wilayah Sumatra dan provinsi lainnya.

Tingginya angka di Jawa disinyalir karena masifnya penggunaan jasa keuangan digital dan transaksi e-commerce di wilayah tersebut, yang menjadikannya target empuk bagi para pelaku kriminal siber.

Modus yang Paling Sering Menjerat Korban

OJK merinci beberapa modus utama yang banyak memakan korban:

  • Penipuan Transaksi Belanja: 73.000 laporan.
  • Panggilan Palsu (Impersonation).
  • Penipuan Investasi Bodong.
  • Lowongan Kerja Palsu.
  • Iming-iming Hadiah.

Tantangan: Kecepatan Lapor vs Kecepatan Pelarian Dana

Wanita yang akrab disapa Kiki ini menyebutkan bahwa Indonesia menghadapi eskalasi penipuan yang jauh lebih tinggi dibanding negara lain.

IASC menerima sekitar 1.000 laporan per hari, atau 3-4 kali lipat lebih banyak dari rata-rata global.

Tantangan terbesar yang dihadapi otoritas adalah “Golden Hour” atau waktu krusial penyelamatan dana.

  • Fakta di Lapangan: Dana korban biasanya berpindah tangan atau keluar dari rekening dalam waktu kurang dari 1 jam.
  • Realita Laporan: Sekitar 80% korban baru melapor setelah lebih dari 12 jam kejadian.

“Kesenjangan waktu inilah yang menjadi faktor krusial. Jika di negara lain 15 menit orang sudah lapor, di kita seringkali sudah sangat terlambat,” tutur Friderica.

Pelarian Dana yang Kompleks

Pelaku scam kini semakin canggih. Dana hasil curian tidak lagi mengendap di perbankan, melainkan dengan cepat dialihkan ke berbagai ekosistem digital untuk memutus jejak, di antaranya:

  • Dompet elektronik (e-wallet).
  • Aset Kripto.
  • Emas Digital.
  • Platform e-commerce.

Langkah Nyata OJK dan IASC

Hingga 14 Januari 2026, IASC telah berhasil memblokir lebih dari 397.000 rekening dan menyelamatkan dana masyarakat sebesar Rp 432 miliar.

Untuk memperkuat penindakan, OJK menggandeng Bareskrim Polri guna menyediakan mekanisme laporan polisi secara online.

Hal ini bertujuan agar surat tanda penerimaan laporan bisa segera diterbitkan, yang menjadi syarat mutlak untuk merilis atau mengembalikan dana yang telah diblokir kepada masyarakat.

Tips Aman dari Mevin.ID:

Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau mengklik tautan tidak dikenal. Jika Anda merasa terkena scam, segera lapor ke bank terkait dan hubungi Indonesia Anti Scam Center (IASC) dalam waktu kurang dari 30 menit untuk memperbesar peluang dana kembali.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Bergelora

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bahaya! Sudah 4 Kasus Anak Bunuh Diri di Indonesia dalam Dua Bulan Pertama 2026
Buka Kartu! Eks Jubir Kenang Momen Jokowi ‘Galau’ soal Revisi UU KPK Saat di Amerika
Beda Suara dengan Jokowi, Istana Tegaskan Tak Ada Rencana Revisi UU KPK ke Versi Lama
Menkeu Purbaya Optimis Gugatan MBG di MK Bakal Kandas: ‘Dalilnya Lemah’
Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H
Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia
Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari
Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:00 WIB

Bahaya! Sudah 4 Kasus Anak Bunuh Diri di Indonesia dalam Dua Bulan Pertama 2026

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:08 WIB

Buka Kartu! Eks Jubir Kenang Momen Jokowi ‘Galau’ soal Revisi UU KPK Saat di Amerika

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:45 WIB

Beda Suara dengan Jokowi, Istana Tegaskan Tak Ada Rencana Revisi UU KPK ke Versi Lama

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:23 WIB

Menkeu Purbaya Optimis Gugatan MBG di MK Bakal Kandas: ‘Dalilnya Lemah’

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:00 WIB

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru