ACEH TENGAH, Mevin.ID – Fenomena geologi tanah amblas di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, dilaporkan kian mengkhawatirkan.
Hingga Minggu (11/1/2026), pergerakan tanah terus meluas dan kini mengancam keberadaan jalan lintas utama yang menghubungkan Blang Mancung dengan Simpang Balik.
Jalur ini merupakan urat nadi transportasi vital yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, sekaligus jalur utama distribusi komoditas pertanian masyarakat setempat.
Hanya Tersisa Satu Meter
Situasi di lapangan menunjukkan kondisi kritis. Jarak antara bibir lubang amblasan dengan badan jalan aspal kini hanya menyisakan jarak sekitar satu meter.
Hal ini memicu ketakutan bagi pengguna jalan, terutama karena struktur tanah yang masih labil.
“Potensi longsor susulan sangat besar. Jika diguyur hujan deras, aspal jalan bisa ikut terseret amblas,” ungkap salah seorang warga yang melintas di lokasi.
Data Historis: Luasan Amblasan Meningkat Drastis
Berdasarkan data berkala dari tim geologi ESDM Aceh, fenomena ini sebenarnya telah berlangsung lama namun menunjukkan percepatan luasan dalam beberapa tahun terakhir.
Luas wilayah yang amblas meningkat hampir empat kali lipat sejak pengukuran pertama dilakukan.
Berikut adalah catatan perluasan amblasan tanah di Desa Pondok Balik:
|
Tahun Pengukuran |
Luas Wilayah Amblas (M^2) |
|---|---|
|
Juni 2011 |
7.982 |
|
Desember 2015 |
12.193 |
|
Maret 2019 |
19.498 |
|
Juni 2022 |
24.351 |
|
Februari 2025 |
27.918 |
Hingga saat ini, penyebab pasti fenomena tanah amblas yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini masih dalam pengkajian mendalam oleh para ahli geologi.
Ancaman Lumpuhnya Ekonomi
Masyarakat khawatir jika jalan ini benar-benar putus, wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah akan mengalami isolasi logistik.
Kenaikan biaya transportasi dan terhambatnya pengangkutan hasil tani dipastikan akan memukul ekonomi rakyat kecil di wilayah tersebut.
Imbauan Keselamatan
Bagi Anda pembaca Mevin.ID yang berencana melintasi jalur ini, diharapkan memperhatikan poin-poin berikut:
- Waspada Ekstra: Tingkatkan kewaspadaan saat berada di ruas jalan Desa Pondok Balik.
- Hindari Berkendara Malam Hari: Sangat disarankan tidak melintas saat malam hari atau cuaca hujan deras karena keterbatasan pandangan dan risiko tanah bergerak secara mendadak.
- Lapor Cepat: Segera lapor ke pihak berwenang jika menemukan retakan baru pada badan aspal.
Warga kini berharap Pemerintah Provinsi Aceh segera melakukan penanganan teknis darurat sebelum akses antar kabupaten ini lumpuh secara permanen.***


























