Deadline Diabaikan, Emak-Emak Cirebon Serbu dan Cabuti Ribuan Bibit Sawit Ilegal

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIREBON, Mevin.ID – Geram karena instruksi pemerintah tak digubris, puluhan emak-emak di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, melakukan aksi nekat.

Pada Jumat (16/1/2026), mereka turun langsung ke lahan seluas 2,5 hektare untuk mencabuti ribuan bibit kelapa sawit yang ditanam secara ilegal.

Aksi ini merupakan puncak kekesalan warga setelah pihak pengusaha kebun sawit mengabaikan batas waktu (deadline) pengosongan lahan yang jatuh pada Kamis, 15 Januari 2026.

Perintah pengosongan tersebut sebelumnya telah ditegaskan oleh Pemerintah Daerah dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Kalau Bukan Kami, Siapa Lagi?”

Dengan peralatan seadanya seperti golok, linggis, hingga tangan kosong, para ibu rumah tangga ini mencabut satu per satu bibit sawit yang baru berusia sekitar empat bulan. Mereka menilai keberadaan kebun sawit tersebut sebagai ancaman nyata bagi masa depan desa.

“Kami kesal, sudah dikasih batas waktu sampai kemarin Kamis, tapi tidak ada tindakan dari pemiliknya. Kalau tidak kami yang gerak, siapa lagi? Ini tanah kami,” tegas Rohana, salah satu warga di lokasi aksi.

Ancaman Krisis Air dan Kerusakan Ekosistem

Penolakan keras warga Pasaleman didasari oleh kekhawatiran logis mengenai dampak lingkungan.

Kelapa sawit dikenal sebagai tanaman yang rakus air, sehingga warga mengkhawatirkan terjadinya krisis air bersih di kemudian hari. Selain itu, warga ingin mempertahankan ekosistem hutan lokal yang selama ini menjaga keseimbangan alam desa mereka.

Kepala Desa Cigobang, M. Abdul Zei, mengonfirmasi bahwa Gubernur Dedi Mulyadi telah melarang keras adanya perkebunan sawit di wilayah Cirebon dan memerintahkan pengosongan lahan tersebut.

“Masyarakat geram karena pengusaha belum melakukan pengosongan. Padahal Gubernur sudah melarang keras. Kami pastikan, jika belum bersih juga, hari Senin depan Satpol PP akan turun langsung untuk memusnahkan sisa pohon yang ada,” ujar Abdul Zei.

Ultimatum Senin Depan

Aksi massa mereda setelah pemerintah desa menjamin akan berkoordinasi dengan Dinas Perhutani dan aparat terkait.

Jika pihak perusahaan tetap membandel, pemerintah daerah melalui Satpol PP dijadwalkan akan melakukan pembersihan total pada Senin mendatang.

Sejauh ini, pihak perusahaan pengelola kebun sawit misterius tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait alasan mereka mengabaikan instruksi gubernur dan warga.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus
Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat
Seruan Setop Bayar Pajak Kendaraan: Pemprov Jateng Kalang Kabut, Siapkan Diskon 5 Persen
Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak
Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan
WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”
Transformasi Regulasi Cagar Budaya dan Implikasi Yuridis Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung
Tragedi Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung: Terungkap Korban Alami Perundungan Sejak SD

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 21:34 WIB

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus

Senin, 16 Februari 2026 - 20:59 WIB

Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat

Senin, 16 Februari 2026 - 19:31 WIB

Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak

Senin, 16 Februari 2026 - 19:07 WIB

Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan

Senin, 16 Februari 2026 - 15:02 WIB

WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”

Berita Terbaru