Subang, Mevin.ID – Gubernur terpilih Jawa Barat, Dedi Mulyadi menggerebek tambang ilegal di Kabupaten Subang.
Aksi penggerebekan galian tambang tanpa izin seluas 30 Hektar tersebut terekam dalam video unggahan akun Instagram pribadi Dedi Mulyadi alias KDM pada Kamis, 16 Januari 2025.
Narasi judul pada video itu tertulis:
“KDM TUTUP TAMBANG ILEGAL, GERAM ATAS KINERJA APARAT”
Dalam video tampak ada beberapa staf pegawai pertambangan yang mendapat pertanyaan dari sang Gubernur terpilih Jabar periode 2024-2029 itu.
Para pegawai tampak gusar ketika menjawab banyak pertanyaan dari mantan Bupati Purwakarta dan anggota DPR RI.
Setelah melontarkan banyak pertanyaan, terungkaplah bahwa tambang ilegal itu milik sebuah perseroan terbatas (PT).
Namun mereka tidak menyebut secara jelas nama lengkap PT tersebut, hanya menyebut nama pemiliknya yang bernama Agus dengan alamat kantor di Golden View, Kabupaten Garut.
“Kalau PT Global itu kurang lebih 30 hektar (luas areal tambang)” ujar pria yang berada di area tambang ilegal itu.
Dedi Muyadi pun menegaskan bahwa tujuan mendatangi area bisnis ilegal itu untuk memastikan kinerja seluruh aparat Kedinasan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Satpol PP Provinsi Jawa Barat, termasuk Penjabat (Pj) Bupati Subang.
KDM menegaskan bahwa tak lama lagi akan menjalani pelantikan sebagai Gubernur Jawa Barat. Meski belum definitif, tetapi ia ingin memastikan kinerja dari aparat ESDM Provinsi Jawa Barat.
“Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, bisa kerja nggak, bener nggak sih area tambang ini sesuai dengan aturan? Kalau izinnya dalam proses, berarti mobil-mobilnya lewat tanpa pajak, kan karena gak ada izin berarti gak ada pajak,” ujar KDM.
Menurutnya, kawasan berbukit tersebut terbilang titik yang rawan longsor. Adanya pertambangan ilegal yang tak menghiraukan risiko kerusakan lingkungan tentu akan semakin memperparah potensi bencana di kemudian hari.
“Terus kemudian nanti saya tanya kok di daerah bukit yang punya potensi longsor, kok boleh ditambang?” katanya.
Baca Juga: Belum Dilantik Gubernur, Dedi Mulyadi Kecewa Kinerja Satpol PP dan Dinas ESDM Jabar
KDM Datang, Penambang Bubar
Kedatagan Dedi Mulyadi membuat para pekerja kabur dari lokasi. Hal ini semakin meyakinkan bahwa bisnis tambang tersebut ilegal.
Terlebih salah seorang pegawai pertambangan itu sempat menyampaikan kepada KDM terkait perizinan yang belum kelar.
Berikut percakapan KDM dengan salah saeorang pegawai:
Pegawai tambang: “Izinnya kalau gak salah sih dalam tahap perpanjangan”
KDM: “Artinya belum diperpanjang?”
Pegawai: “Lagi proses”
KDM: “Kalau lagi proses jalan terus boleh gak?”
Pegawai: “Ya kalau secara ini mungkin gak boleh Pak”
Selanjutnya KDM menyampaikan peringatan keras kepada Satpol PP Jabar termasuk Pj Bupati Subang perihal terus beroperasinya tambang ilegal itu.
Berikut ungkapan bernada kesal dari KDM:
“Ini (pekerja tambang) bubar, hilang semuanya, bearti ini ilegal, ini kan pada kabur semuanya, tambang ini ilegal,” tegas Dedi.
“Buat Satpol PP Provinsi Jawa Barat, saya belum jabat ya, buat ESDM Provinsi Jawa Barat, ini areal tambang ilegal, dan apa yang akan terjadi? Bencana di kemudian hari, dan kita membiarkan mobil mobil truk besar lewat dalam setiap waktu, kita tidak ngapa-ngapain, mereka kabur semuanya, dikira satu perusahaan ternyata beda”.
“Terus kita ini digaji sama negara ngapain?”
“Seperti ini, terus kita mau nunggu bencana longsor, banjir, terus sibuk?
“Buat Kasatpol PP Provinsi Jawa Barat ya, Anda kerja ya…!”
Baca Juga: Ketua DPRD Jabar Berharap Pelantikan Gubernur Terpilih Sesuai Jadwal 7 Februari 2025
Itulah, kata KDM, fakta keadaan kinerja aparatur Provinsi Jawa Barat termasuk Pemerintahan Kabupaten Subang, yang akan sibuk kalau sudah terjadi bencana atau kecelakaan besar suatu saat.
Sedangkan selama ini bisnis ilegal itu terus berjalan tanpa tindakan, seolah semua pihak tutup mata.
“Saya cukup prihatin termasuk kepada Pj Bupati Subang. Saya katakan saya prihatin pada saudara yang sudah selama jadi Pj Bupati Subang tidak memiliki kepekaan terhadap lingkungan, Anda biarkan penambangan ilegal tanpa turun tangan untuk menangani ya, Saya kasih tahu pada Anda!” tegas Dedi. (*)
Penulis : Debar
Editor : Debar


























