Bandung, Mevin.ID – Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi mengungkaokan bahwa Guru tak bileh bermain tiktok di dalam kelas yang tidak ada relevansinya dengan dunia pendidikan.
Hal tersebut diungkapkan Dedi Mulyadi di kediamannya Lembur Pakuan Subang saat menerima Komisi V DPRD Jawa Barat kemarin 12/2/2025.
“Kalau di media sosial anak-anak Cina diajarkan bagaimana membuat bangunan berteknologi, anak anak amerika membuat robot, anak anak indonesia tiktokan joged jogedan bersama teman temannya, ini harus diubah”, kata Dedi Mulyadi dihadapan Komisi V DPRD Jawa Barat.
“Saya sudah menyampaikan hari ini guru tidak boleh tiktokkan di dalam kelas yang tidak ada relevansinya di dunia pendidikan”, kanjut Dedi Mulyari.
@mevin.id@dedimulyadi71 Guru tak boleh tiktokan di dalam kelas yang tak ada relevansinya dengan dunia pendidikan Selanjutnya bisa di baca di https://mevin.id
Tapi kalau mau tiktokan lagi bikin robot lagi bernyanyi dengan tujuan penyanyi yang bisanya mengembangkan bakat kemudian anak-anak lagi main bola gak ada problem.
Untuk itu nanti kita sepakati, di bulan puasa nanti kita sepakati pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Dedi Mulyadi akan membuat aturan soal penggunaan Handphone. TK, SD dan SMP jangan dulu menggunakan HP, SMA baru boleh karena sudah dewasa.
“Kualifikasi anak anak yang hebat di sekolah jangan hanya akademik, anak yang beternak yang membantu orang tuanya kuli las anak yang membantu setiap hari jadi asisten rumah tangga membantu ibunya. Ini yang harus jadi juara”, kata Dedi Mulyadi
Karena pengalaman hidup yang terbaik adalah pengalaman yang dialami bukan akademis, banyak orang yang mengandalkam akademis, gagal. ***


























