Dedi Mulyadi Sampaikan 6 Poin Penting Terkait Pendidikan di Jawa Barat ke Depan

- Redaksi

Jumat, 7 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Terpilih, Dedi Mulyadi

i

Gubernur Jawa Barat Terpilih, Dedi Mulyadi

Bandung, Mevin.ID – Gubernur terpilih Jawa Barat, Dedi Mulyadi membeberkan enam poin penting terkait pendidikan di Jawa Barat ke depan.

Gubernur terpilih yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini menyeru seluruh kepala sekolah dari SD, SMP, SMA, SMK, hingga Madrasah Aliyah (MA) di Provinsi Jawa Barat untuk melahirkan generasi yang bermutu melalui pendidikan yang juga bermutu.

Dedi Mulyadi menjelaskan, ke depan pihaknya ingin bersama-sama membangun negeri ini melalui penataan pendidikan di Jawa Barat yang istimewa.

“Saya paham kepada sekolah sering dihadapkan pada aspek-aspek psikologi yang bersifat tekanan diakibatkan karena pengelolaan keuangan,” kata KDM dalam unggahan video Instagram @dedimulyadi71, dikutip Jumat (7/2/2025).

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kang Dedi Mulyadi (@dedimulyadi71)

Untuk itu, ada beberapa hal akan disampaikan dan menjadi komitmen bersama, seperti dijelaskan dalam enam poin berikut ini:

1. Tim Administrasi Sekolah

Seluruh pengelolaan keuangan diserahkan sepenuhnya kepada tim administrasi di tiap sekolah.

“Dan kami akan melakukan pendampingan administrasi,” ujar KDM.

2. Pengelola Keuangan BOS

Khusus untuk sekolah dasar (SD), pihaknya berkoordinasi dengan bupati/walikota agar setiap sekolah disiapkan pengelola keuangan.

“Keuangan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) tidak dikelola oleh kepala sekolah, karena ini sangat memberikan pembebanan yang cukup berat bagi seorang kepala sekolah,” tegasnya.

3. Beban Administratif

Guru tidak boleh dibebani dengan berbagai aspek yang bersifat administratif. Guru jangan sampai disibukkan harus membuat laporan yang menganggu fokusnya untuk mengajar siswa.

Solusinya, tegas Dedi, pihaknya akan menyiapkan tim untuk mendampingi guru-guru di setiap sekolah untuk membantu mengerjakan beragam aspek yang bersifat administratif.

“Seperti untuk kenaikan golongan yang berdampak pada kenaikan tunjangan, gaji dan sejenisnya, biarkan nanti input kepegawaian yang melakukan pengelolaan, dan guru difokuskan untuk mengajar tanpa berpikir apapun yang di luar kepentingan belajar mengajar,” ungkap Dedi.

4. Konten Medsos

Dedi meminta guru tidak melakukan kegiatan-kegiatan di media sosial di lingkungan sekolah, yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan.

“Misalnya guru tiba-tiba joget-joget di ruang kelas, guru tiba-tiba memperlihatkan baju yang dipakainya, memperlihatkan sepatu yang dipakainya, memperlihatkan kecantikan yang ada dalam dirinya agar menarik perhatian netizen,” urai Dedi.

Menurutnya hal itu tidaklah penting karena guru harus fokus memenuhi kebutuhan siswa.

Boleh saja memposting di media sosial, tetapi kontennya tentang kegiatan siswa, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan semakin merangsang siswa untuk kreatif di sekolahnya.

5. Sekolah Jadi Ladang Cuan

Berikutnya adalah, sekolah jangan dijadikan ladang untuk melakukan proses transaksi perdagangan.

Perdagangan yang dimaksud, kata Dedi, seperti menjual buku, LKS, menjual seragam, dan berbagai kegiatan lannya.

“Sekolah tidak boleh menyelenggarakan kegiatan study tour yang di dalamnya ada pemungutan,” tegasnya.

Termasuk kegiatan-kegiatan seperti renang dan sejenisnya yang di dalamnya ada pungutan pada siswa, karena ini akan selalu menimbulkan kecurigaan dan berdampak bagi tekanan psikologi para guru.

Dedi Mulyadi mengajak semua pihak bersama-sama menata pendidikan yang lebih baik dengan satu komitmen bahwa anggaran bantuan provinsi untuk sekolah-sekolah akan difokuskan hanya semata untuk kebutuhan di sekolah, bukan kegiatan-kegiatan dengan tujuan-tujuan lain.

6. Anggaran Pendidikan Pemdaprov Jawa Barat

Selanjutnya soal anggaran pengelolaan kegiatan di sekolah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat, pihaknya akan mendorong untuk kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler termasuk kegiatan lainnya yang terkadang muncul secara tiba-tiba.

“Dan semuanya nanti akan kami alokasikan dengan baik dengan tujuan semua kita bisa hidup dengan senang belajar, dengan tenang fokus pada tujuan utama untuk meningkatkan seluruh rakyat Jawa Barat,” pungkas Dedi.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Percetakan Al-Qur’an Braille Bandung: Ketekunan Luar Biasa Para Pekerja, Menghindari Kitab Suci Salah Arti
Mengenaskan! Dua Pekerja Tertimpa Marmer Besar di Tasikmalaya, Satu Meninggal
Kasus Maut Labu Siam Cianjur: Ini Hukuman yang Pantas Bagi Pelaku
Banjir Rendam Lampung Selatan, Kendaraan Terseret Arus dan Akses Kota Baru Terputus
Angin Puting Beliung Terjang Cimahi, Pohon Tumbang Timpa Bangunan dan Kendaraan
Aliansi BEM Se-Majalengka Soroti Polemik KDMP, Desak Evaluasi Pembangunan di Ruang Publik
Aksi Heroik di Bekasi: Suami Tabrak Begal demi Selamatkan Istri saat Sahur
232 Halte BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Target Rampung Akhir 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:32 WIB

Percetakan Al-Qur’an Braille Bandung: Ketekunan Luar Biasa Para Pekerja, Menghindari Kitab Suci Salah Arti

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:58 WIB

Mengenaskan! Dua Pekerja Tertimpa Marmer Besar di Tasikmalaya, Satu Meninggal

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:06 WIB

Kasus Maut Labu Siam Cianjur: Ini Hukuman yang Pantas Bagi Pelaku

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:38 WIB

Banjir Rendam Lampung Selatan, Kendaraan Terseret Arus dan Akses Kota Baru Terputus

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:55 WIB

Angin Puting Beliung Terjang Cimahi, Pohon Tumbang Timpa Bangunan dan Kendaraan

Berita Terbaru