Dedi Mulyadi Sebut Curanmor Bukti Ekonomi Jabar Belum Baik, Data Indikator Politik Ungkap Catatan Kritis Sektor Kemiskinan

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

i

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

BANDUNG, Mevin.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melontarkan pernyataan reflektif yang cukup pedas terhadap kinerjanya sendiri. Ia menyebut maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) merupakan indikator nyata bahwa ekonomi masyarakat di tingkat bawah masih belum pulih.

Pernyataan “blak-blakan” Gubernur ini rupanya selaras dengan temuan terbaru dari Indikator Politik Indonesia.

Lembaga survei tersebut memberikan catatan kritis pada kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat secara kelembagaan, khususnya di sektor ekonomi yang menjadi akar masalah sosial.

Realita Ekonomi: Antara Kepuasan dan Ketimpangan

Meskipun rata-rata kepuasan publik terhadap Pemprov Jabar di sektor ekonomi berada di angka 71 persen, survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan beberapa variabel krusial masih memerlukan perhatian khusus dan menjadi “lampu kuning” bagi pemerintah, di antaranya:

  • Pengentasan Kemiskinan: Hanya berada di angka 51 persen.
  • Akses Peningkatan Modal: Masih rendah, yakni di bawah 50 persen.
  • Kualitas Tenaga Kerja: Mencapai 58 persen.
  • Pengelolaan Sampah: Berada di angka 64 persen.

Rendahnya angka kepuasan pada poin pengentasan kemiskinan dan akses modal ini memperkuat pernyataan Dedi Mulyadi bahwa rakyat kecil masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar hingga terpaksa mengambil jalan pintas kriminal.

“Kalau Masih Ada Maling Motor, Gubernur Gagal”

Dedi menilai para pelaku curanmor saat ini mengambil risiko yang sangat besar demi keuntungan yang minim. Ancaman nyawa menjadi taruhan hanya untuk uang yang tidak seberapa.

“Maling motor hari ini berisiko tinggi. Dijual paling harganya sejuta, tapi paeh (meninggal) digebuki massa. Kalau masih ada rakyat yang mencuri untuk kebutuhan konsumsi, artinya ekonomi belum baik. Bagi saya, kalau masih ada kejahatan kelas teri, gubernurnya masih gagal,” tegas Dedi di Mapolda Jabar, Rabu (18/2/2026).

Waspada Potensi Kerawanan

Menanggapi kondisi ini, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengingatkan adanya potensi kerawanan terkait isu ekonomi di Jawa Barat.

Hal ini dipicu oleh adanya kebijakan penyesuaian pemotongan transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah.

“Pemprov Jabar harus waspada dan mulai menyesuaikan strategi di sektor ekonomi agar tren positif ini tidak menurun,” tambah Burhanuddin.

Kolaborasi ‘Jaga Lembur’

Sejalan dengan keprihatinan Gubernur, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menekankan bahwa kehilangan kendaraan bukan sekadar kehilangan alat transportasi, melainkan terputusnya mata rantai ekonomi keluarga.

Sebagai langkah preventif di tengah tantangan ekonomi ini, Polda Jabar mengusung filosofi kearifan lokal ‘Jaga Lembur’ untuk memperkuat keamanan kolektif antara aparat dan masyarakat.

Rangkuman Catatan Kritis Pemprov Jabar (Survei Indikator):

Variabel Ekonomi

Tingkat Kepuasan

Rata-rata Sektor Ekonomi

71%

Kualitas Tenaga Kerja

58%

Pengentasan Kemiskinan

51%

Akses Peningkatan Modal

< 50%

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan
LPBI NU Jawa Barat Kutuk Keras Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: “Ancaman Nyata bagi Demokrasi!”
Update OTT Cilacap: KPK Sita Sejumlah Uang Tunai
Badai OTT di Cilacap: KPK Amankan Bupati Syamsul Auliya dan 26 Orang Lainnya

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:14 WIB

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:11 WIB

Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:29 WIB

KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:07 WIB

Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:12 WIB

LPBI NU Jawa Barat Kutuk Keras Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: “Ancaman Nyata bagi Demokrasi!”

Berita Terbaru