Dedi Mulyadi Semprot Pengembang Perumahan: Dulu Promosi Aman, Sekarang Warga Kebanjiran Ditinggal Sendiri

- Redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi. ANTARA/HO-Komunikasi Publik Kementerian PKP

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi. ANTARA/HO-Komunikasi Publik Kementerian PKP

BANDUNG, Mevin.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan teguran keras kepada para pengembang (developer) perumahan di wilayah Jawa Barat, khususnya di kawasan rawan bencana seperti Bekasi.

Ia menyoroti sikap pengembang yang dinilai lepas tanggung jawab saat konsumen mereka terdampak banjir.

Dedi mengungkapkan keprihatinannya melihat banyak perumahan yang dulunya dipromosikan sebagai hunian aman dan bebas banjir, namun kini justru menjadi langganan genangan air saat cuaca ekstrem melanda.

Kritik Tajam untuk Pengembang

Mantan Bupati Purwakarta ini menyayangkan sikap para pengembang yang seolah menghilang ketika warga mulai mengalami kerugian akibat banjir.

“Yang paling prihatin adalah saat warga perumahan mengalami kebanjiran, developer yang dulu mempromosikan sebagai kawasan yang nyaman dan aman bagi hunian tidak pernah datang menemui para konsumennya yang hari ini berteriak-teriak,” ujar Dedi melalui akun media sosialnya, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, para pengembang seharusnya memiliki tanggung jawab moral dan sosial.

Dedi menilai mereka justru lebih sibuk mengurus izin proyek pembangunan baru daripada menyelesaikan dampak lingkungan dari proyek yang sudah mereka jual dan ambil keuntungannya.

Moratorium Izin dan Solusi Hunian Vertikal

Sebagai langkah tegas, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mempertimbangkan penghentian sementara (moratorium) izin pembangunan perumahan baru di wilayah rawan bencana.

Langkah ini diambil untuk membenahi tata ruang yang dianggap karut-marut.

  • Tujuan Moratorium: Memastikan setiap pembangunan memperhitungkan risiko bencana secara matang.
  • Arah Kebijakan: Dedi Mulyadi mulai membidik pengembangan hunian vertikal sebagai solusi keterbatasan lahan dan pengelolaan lingkungan yang lebih terkontrol.

Ajakan Kolaborasi dan Permohonan Maaf

Dedi mengajak seluruh pengembang di Jawa Barat untuk turun langsung ke lapangan, menemui warga yang terdampak, dan duduk bersama pemerintah daerah guna mencari solusi konkret.

Ia menegaskan bahwa beban penanganan banjir tidak bisa hanya dipikul oleh pemerintah sendirian.

“Saya mengajak kepada para pengembang perumahan di seluruh provinsi Jawa Barat… sebaiknya turun temui warga dan sama-sama mencari solusi,” katanya.

Di sisi lain, Gubernur juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika pelayanan Pemprov Jabar dalam menangani masalah banjir belum sepenuhnya memuaskan.

Ia berjanji akan terus mengevaluasi kebijakan tata ruang demi keselamatan warga.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus
Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat
Seruan Setop Bayar Pajak Kendaraan: Pemprov Jateng Kalang Kabut, Siapkan Diskon 5 Persen
Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak
Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan
WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”
Transformasi Regulasi Cagar Budaya dan Implikasi Yuridis Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung
Tragedi Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung: Terungkap Korban Alami Perundungan Sejak SD

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 21:34 WIB

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus

Senin, 16 Februari 2026 - 20:59 WIB

Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat

Senin, 16 Februari 2026 - 19:31 WIB

Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak

Senin, 16 Februari 2026 - 19:07 WIB

Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan

Senin, 16 Februari 2026 - 15:02 WIB

WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”

Berita Terbaru