Dedi Mulyadi Turun Tangan Benahi Bandung: Instruksikan Pangkas Dana Hibah Demi Jalan Mulus dan Bebas Sampah

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Mevin.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah tegas untuk memastikan penataan infrastruktur dan kebersihan di Kota Bandung menjadi prioritas utama pada tahun 2026.

Dalam evaluasi APBD Kota Bandung terbaru, Gubernur meminta pemerintah kota melakukan perombakan besar-besaran pada alokasi anggaran yang dianggap tidak efisien.

Gubernur menyoroti bahwa wajah ibu kota Jawa Barat ini dipertaruhkan jika anggaran publik tetap minim di tengah besarnya alokasi dana hibah.

Bandung Butuh Perbaikan Nyata, Bukan Sekadar Hibah

Dedi Mulyadi merasa prihatin dengan alokasi belanja jalan yang hanya menyentuh angka Rp145 miliar. Menurutnya, anggaran tersebut mustahil bisa mewujudkan visi Kota Bandung dengan infrastruktur jalan yang memadai.

Ketegasan Gubernur terlihat saat ia membandingkan belanja jalan dengan Belanja Hibah yang justru mencapai Rp650 miliar. “Nggak akan bisa punya jalan bagus Kota Bandung kalau komposisi belanjanya model begini,” ujar Dedi dengan nada kritis saat melakukan peninjauan anggaran.

Fokus pada Pelayanan Dasar: Sampah dan Tata Kota

Selain jalan, persoalan sampah yang menjadi keluhan kronis warga Bandung juga mendapat perhatian khusus. Gubernur mencatat belanja pengelolaan sampah—mulai dari armada hingga gaji petugas kebersihan—hanya dianggarkan Rp141 miliar.

Dedi menegaskan bahwa penataan kota tidak akan berhasil jika belanja modal untuk pembangunan fisik berada di bawah 10 persen, di mana saat ini hanya tercatat sebesar 9,94% atau sekitar Rp744 miliar dari total anggaran Rp7,4 triliun.

Solusi Berani: Geser Anggaran untuk Kepentingan Warga

Gubernur tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberikan instruksi solusi konkret:

1. Re-alokasi Dana Hibah: Gubernur menyarankan agar kekurangan anggaran untuk jalan dan sampah diambil langsung dari pos belanja hibah.

2. Evaluasi Rekomendasi: Pemerintah Provinsi akan mengeluarkan rekomendasi evaluasi agar APBD Kota Bandung 2026 dialihkan untuk pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

3. Penataan Berkelanjutan: Langkah ini diambil agar Kota Bandung dapat kembali tertata dengan baik, bersih dari sampah, dan memiliki infrastruktur jalan yang layak sebagai destinasi wisata utama.

“Jadi rekomendasikan evaluasinya itu Pak, supaya Kota Bandung tertata dengan baik,” pungkas Dedi Mulyadi menutup sesi evaluasi tersebut.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fenomena “Siang Dingin” di Indramayu & Majalengka, Warga Sampai Tidur Pakai Kaus Kaki
Babak Baru Konflik GBI Bodogol: Opang Tuntut Rp12 Juta untuk “Zona Hijau”, Ini Klarifikasinya!
Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan
Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan
Petani Ujungjaya Sumedang Dapat Bantuan Pertanian Rp12,5 M, Ini Rinciannya
Kuatkan Pendidikan Agama, Pemkab Indramayu Hibahkan Tanah 1,2 Hektare untuk MAN 1
Sidak ke Kaki Gunung Ciremai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Warning Perusak Lingkungan: “Saya Tidak Akan Diam!”
“Pak Dedi, Pangalereskeun Jalan Abdi,” Isak Kecil dari Kegelapan Subuh di Pelosok Garut

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:06 WIB

Fenomena “Siang Dingin” di Indramayu & Majalengka, Warga Sampai Tidur Pakai Kaus Kaki

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:56 WIB

Babak Baru Konflik GBI Bodogol: Opang Tuntut Rp12 Juta untuk “Zona Hijau”, Ini Klarifikasinya!

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:11 WIB

Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:33 WIB

Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:00 WIB

Petani Ujungjaya Sumedang Dapat Bantuan Pertanian Rp12,5 M, Ini Rinciannya

Berita Terbaru