Bandung, Mevin.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah tegas untuk memastikan penataan infrastruktur dan kebersihan di Kota Bandung menjadi prioritas utama pada tahun 2026.
Dalam evaluasi APBD Kota Bandung terbaru, Gubernur meminta pemerintah kota melakukan perombakan besar-besaran pada alokasi anggaran yang dianggap tidak efisien.
Gubernur menyoroti bahwa wajah ibu kota Jawa Barat ini dipertaruhkan jika anggaran publik tetap minim di tengah besarnya alokasi dana hibah.
Bandung Butuh Perbaikan Nyata, Bukan Sekadar Hibah
Dedi Mulyadi merasa prihatin dengan alokasi belanja jalan yang hanya menyentuh angka Rp145 miliar. Menurutnya, anggaran tersebut mustahil bisa mewujudkan visi Kota Bandung dengan infrastruktur jalan yang memadai.
Ketegasan Gubernur terlihat saat ia membandingkan belanja jalan dengan Belanja Hibah yang justru mencapai Rp650 miliar. “Nggak akan bisa punya jalan bagus Kota Bandung kalau komposisi belanjanya model begini,” ujar Dedi dengan nada kritis saat melakukan peninjauan anggaran.
Fokus pada Pelayanan Dasar: Sampah dan Tata Kota
Selain jalan, persoalan sampah yang menjadi keluhan kronis warga Bandung juga mendapat perhatian khusus. Gubernur mencatat belanja pengelolaan sampah—mulai dari armada hingga gaji petugas kebersihan—hanya dianggarkan Rp141 miliar.
Dedi menegaskan bahwa penataan kota tidak akan berhasil jika belanja modal untuk pembangunan fisik berada di bawah 10 persen, di mana saat ini hanya tercatat sebesar 9,94% atau sekitar Rp744 miliar dari total anggaran Rp7,4 triliun.
Solusi Berani: Geser Anggaran untuk Kepentingan Warga
Gubernur tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberikan instruksi solusi konkret:
1. Re-alokasi Dana Hibah: Gubernur menyarankan agar kekurangan anggaran untuk jalan dan sampah diambil langsung dari pos belanja hibah.
2. Evaluasi Rekomendasi: Pemerintah Provinsi akan mengeluarkan rekomendasi evaluasi agar APBD Kota Bandung 2026 dialihkan untuk pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
3. Penataan Berkelanjutan: Langkah ini diambil agar Kota Bandung dapat kembali tertata dengan baik, bersih dari sampah, dan memiliki infrastruktur jalan yang layak sebagai destinasi wisata utama.
“Jadi rekomendasikan evaluasinya itu Pak, supaya Kota Bandung tertata dengan baik,” pungkas Dedi Mulyadi menutup sesi evaluasi tersebut.***
Penulis : Bar Bernad


























