Demi Warganya Bisa Pulang dari RS, Kades Ini Jaminkan STNK Mobil Pribadi: “Kesehatan Itu Hak, Bukan Kemewahan”

- Redaksi

Selasa, 27 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi, Mevin.ID – Di tengah malam yang dingin di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, suara ketukan panik membangunkan Kepala Desa Heri Suryana—yang akrab disapa Jaro Midun.

Seorang warga datang dengan wajah cemas, napas tergesa, meminta tolong: salah satu anggota keluarganya kritis, sesak napas, dan tak punya KIS atau BPJS.

“Jam satu malam mereka datang ke rumah. Saya tahu ini soal nyawa. Saya langsung bawa ke RSUD Palabuhanratu,” tutur Midun saat kami temui, Senin (26/5/2025).

Tapi masalah tidak berhenti di sana. Pasien itu tidak bisa langsung dirawat secara cuma-cuma karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Dalam kondisi darurat seperti itu, prosedur pembuatan KIS prabayar butuh waktu dua minggu—terlalu lama. Sementara program KIS berbasis APBD sedang mandek karena belum ada alokasi anggaran dari Pemkab Sukabumi.

Pasien tetap dirawat selama tiga hari sebagai pasien umum. Biaya rumah sakit mencapai Rp1,78 juta. Saat waktunya pulang, keluarga pasien bingung. Mereka benar-benar tak punya uang.

“Di dompet saya cuma ada Rp500 ribu. Tapi saya nggak tega warga saya ditahan. Akhirnya saya bilang ke pihak RS, ini STNK mobil saya, tolong terima ini sebagai jaminan,” ucap Jaro Midun.

Aksi itu terekam dalam sebuah video berdurasi 1 menit 17 detik yang kemudian viral di Facebook. Dalam video tersebut, terlihat Midun sedang bernegosiasi di loket kasir rumah sakit agar warganya bisa dipulangkan.

“Yang bertanda tangan anaknya, tapi ini warga saya. Karena tidak mampu, belum punya uang, maka saya jaminkan STNK ini untuk itu,” ucapnya dalam video yang diunggah akun @muhamad tepi**.

Petugas kasir menerima jaminan tersebut. Suasana haru terasa. Tidak setiap hari kita melihat pejabat publik bertindak seperti ini—bukan demi pencitraan, tapi karena benar-benar peduli.

“Kalau besok belum terealisasi, bisa hubungi saya. Ini keluarga tidak mampu, saya akan usahakan semampu saya,” lanjut Midun, dengan nada yang menunduk namun penuh tekad.

Kisah ini jadi viral karena sederhana namun langka: seorang kepala desa mempertaruhkan harta pribadinya demi menyelamatkan nyawa warganya.

Di balik layar, ia menyimpan kekhawatiran lebih besar: sistem kesehatan publik yang belum sepenuhnya merangkul mereka yang paling membutuhkan.

“Ini bukan cuma soal satu warga. Ini soal kemanusiaan. Kesehatan itu hak, bukan kemewahan,” tegas Midun.

Dan hari itu, Sukabumi tidak hanya punya seorang kades. Tapi seorang pemimpin sejati, yang tak ragu berdiri paling depan untuk warganya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sukabumi Kritis: Banjir dan Longsor Terjang 9 Kecamatan, Akses Jalan Putus, Rumah Tertimbun
Pemkot Bekasi Hadirkan Spot Air Minum Prabayar untuk Kurangi Sampah Plastik
Fenomena Air Sungai “Menghilang” di Sumbar, Ini Penjelasan Geologi di Baliknya
Fraksi PDIP Walk Out di Paripurna DPRD Majalengka, Ini Tanggapan Bupati
Sidang Paripurna DPRD Majalengka Diwarnai Walk Out Seluruh Anggota Fraksi PDI-P
Penertiban Bangunan Liar di Bantaran Kalimalang Sempat Diwarnai Bentrokan
Pemkot Bekasi dan Kejari Bekasi Berikan Pembekalan kepada 56 Operator Kelurahan Program Jaga Desa
Pemilihan BEM UBSI Bogor dan Taruhan Arah Gerakan Mahasiswa

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:58 WIB

Sukabumi Kritis: Banjir dan Longsor Terjang 9 Kecamatan, Akses Jalan Putus, Rumah Tertimbun

Rabu, 17 Desember 2025 - 13:46 WIB

Pemkot Bekasi Hadirkan Spot Air Minum Prabayar untuk Kurangi Sampah Plastik

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:46 WIB

Fenomena Air Sungai “Menghilang” di Sumbar, Ini Penjelasan Geologi di Baliknya

Selasa, 16 Desember 2025 - 23:11 WIB

Fraksi PDIP Walk Out di Paripurna DPRD Majalengka, Ini Tanggapan Bupati

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:42 WIB

Sidang Paripurna DPRD Majalengka Diwarnai Walk Out Seluruh Anggota Fraksi PDI-P

Berita Terbaru