Sukabumi, Mevin.ID – Di tengah malam yang dingin di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, suara ketukan panik membangunkan Kepala Desa Heri Suryana—yang akrab disapa Jaro Midun.
Seorang warga datang dengan wajah cemas, napas tergesa, meminta tolong: salah satu anggota keluarganya kritis, sesak napas, dan tak punya KIS atau BPJS.
“Jam satu malam mereka datang ke rumah. Saya tahu ini soal nyawa. Saya langsung bawa ke RSUD Palabuhanratu,” tutur Midun saat kami temui, Senin (26/5/2025).
Tapi masalah tidak berhenti di sana. Pasien itu tidak bisa langsung dirawat secara cuma-cuma karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Dalam kondisi darurat seperti itu, prosedur pembuatan KIS prabayar butuh waktu dua minggu—terlalu lama. Sementara program KIS berbasis APBD sedang mandek karena belum ada alokasi anggaran dari Pemkab Sukabumi.
Pasien tetap dirawat selama tiga hari sebagai pasien umum. Biaya rumah sakit mencapai Rp1,78 juta. Saat waktunya pulang, keluarga pasien bingung. Mereka benar-benar tak punya uang.
“Di dompet saya cuma ada Rp500 ribu. Tapi saya nggak tega warga saya ditahan. Akhirnya saya bilang ke pihak RS, ini STNK mobil saya, tolong terima ini sebagai jaminan,” ucap Jaro Midun.
Aksi itu terekam dalam sebuah video berdurasi 1 menit 17 detik yang kemudian viral di Facebook. Dalam video tersebut, terlihat Midun sedang bernegosiasi di loket kasir rumah sakit agar warganya bisa dipulangkan.
“Yang bertanda tangan anaknya, tapi ini warga saya. Karena tidak mampu, belum punya uang, maka saya jaminkan STNK ini untuk itu,” ucapnya dalam video yang diunggah akun @muhamad tepi**.
Petugas kasir menerima jaminan tersebut. Suasana haru terasa. Tidak setiap hari kita melihat pejabat publik bertindak seperti ini—bukan demi pencitraan, tapi karena benar-benar peduli.
“Kalau besok belum terealisasi, bisa hubungi saya. Ini keluarga tidak mampu, saya akan usahakan semampu saya,” lanjut Midun, dengan nada yang menunduk namun penuh tekad.
Keren pak kadesnya
Seorang Kepala Desa (Kades) di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), menjaminkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil pribadinya ke pihak rumah sakit.
Dari informasi yang diperoleh, Kades itu merupakan Kades Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi,… pic.twitter.com/nCYs0fz9WM
— Never (@neVerAl0nely) May 26, 2025
Kisah ini jadi viral karena sederhana namun langka: seorang kepala desa mempertaruhkan harta pribadinya demi menyelamatkan nyawa warganya.
Di balik layar, ia menyimpan kekhawatiran lebih besar: sistem kesehatan publik yang belum sepenuhnya merangkul mereka yang paling membutuhkan.
“Ini bukan cuma soal satu warga. Ini soal kemanusiaan. Kesehatan itu hak, bukan kemewahan,” tegas Midun.
Dan hari itu, Sukabumi tidak hanya punya seorang kades. Tapi seorang pemimpin sejati, yang tak ragu berdiri paling depan untuk warganya.***


























