Desa-Desa di Aceh Utara Masih Terisolasi, Logistik Menipis dan Ribuan Warga Mengungsi

- Redaksi

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga melintas di kawasan banjir di Aceh Utara (ANTARA/HO-Jubir Pemkab Aceh Utara)

Warga melintas di kawasan banjir di Aceh Utara (ANTARA/HO-Jubir Pemkab Aceh Utara)

Banda Aceh, Mevin.ID – Sejumlah wilayah di Aceh Utara hingga kini masih terputus dari akses darat setelah banjir besar yang dipicu hujan berintensitas tinggi melanda sejak awal pekan.

Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, menyebut sedikitnya delapan kecamatan—Langkahan, Kuta Makmur, Samudera, Muara Mulia, Sawang, Muara Batu, Nisam, dan Lapang—masih terisolasi total.

“Pemerintah kabupaten bersama instansi terkait sedang mendistribusikan bantuan masa panik ke kecamatan terdampak untuk kemudian diteruskan ke gampong-gampong pusat pengungsian,” ujar Muntasir, Jumat.

Logistik Menipis, Bupati Ajukan Bantuan ke Presiden

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, telah mengajukan permohonan penambahan bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui BNPB. Stok logistik yang tersedia makin menipis, sementara jumlah pengungsi terus bertambah.

Distribusi bantuan menjadi lebih sulit karena transportasi darat lumpuh, dengan jalan-jalan terendam banjir setinggi pinggang hingga atap kendaraan. Akses komunikasi juga mengalami gangguan, listrik padam, dan jaringan air bersih terputus akibat pipa PDAM rusak diterjang arus.

Ribuan Warga Belum Dievakuasi

Memasuki hari ketiga status tanggap darurat, masih banyak warga yang belum dapat dievakuasi. Keterbatasan personel dan peralatan SAR membuat proses penyelamatan berlangsung lambat.

Menurut data sementara BPBD Aceh Utara per Kamis (28/11) pukul 12.30 WIB:

  • 20.047 KK atau 54.474 jiwa terdampak banjir
  • 17.119 KK atau 55.287 jiwa mengungsi di 36 titik pada 22 kecamatan
  • Kelompok rentan: 64 ibu hamil, 490 balita, 526 lansia, dan 12 penyandang disabilitas

Kerusakan fisik akibat banjir juga cukup masif:

  • 22 rumah rusak berat
  • 67 rumah rusak sedang
  • 50 rumah rusak ringan
  • 680 hektare sawah dan 571 hektare tambak terendam
  • 9 tanggul rusak dan 2 jembatan putus

Hingga kini, bencana ini telah merenggut 6 korban jiwa.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecam Rencana Wali Kota Bandung, FK3I: Menghilangkan Satwa di Bandung Zoo Itu Menggelikan!
Nasib Bandung Zoo, Wali Kota Farhan Kaji 3 Opsi, Termasuk Diubah Jadi Ruang Terbuka Hijau Murni
Tarumajaya Bekasi Terendam Banjir Hingga 1 Meter, Warga Nantikan Bantuan BPBD
Polda Jabar Lacak Pelaku Teror Pembunuhan Thom Haye dan Keluarga
Pemprov Jabar Ambil Alih Pembongkaran Teras Cihampelas, Wali Kota Farhan Siapkan Izin
Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH
Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional
Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:00 WIB

Kecam Rencana Wali Kota Bandung, FK3I: Menghilangkan Satwa di Bandung Zoo Itu Menggelikan!

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:50 WIB

Nasib Bandung Zoo, Wali Kota Farhan Kaji 3 Opsi, Termasuk Diubah Jadi Ruang Terbuka Hijau Murni

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:30 WIB

Polda Jabar Lacak Pelaku Teror Pembunuhan Thom Haye dan Keluarga

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:41 WIB

Pemprov Jabar Ambil Alih Pembongkaran Teras Cihampelas, Wali Kota Farhan Siapkan Izin

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:13 WIB

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH

Berita Terbaru