Desa Garoga Rata dengan Tanah! Kepala Desa Risman Rambe Desak Pemerintah Usut Tuntas Pembukaan Lahan Sawit di Hulu

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Risman Rambe, Kepala Desa Garoga, Distrik Batang Toru, Tapanuli Selatan,

Risman Rambe, Kepala Desa Garoga, Distrik Batang Toru, Tapanuli Selatan,

Tapanuli Selatan, Mevin.ID – Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera menyisakan kerusakan parah dan dugaan penyebab yang mengarah pada aktivitas di hulu sungai.

Risman Rambe, Kepala Desa Garoga, Distrik Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menyampaikan kesaksian pilu sekaligus menuding adanya aktivitas perusahaan di hulu sebagai pemicu utama bencana.

Saat ditemui di lokasi, Risman Rambe mengungkapkan keterkejutannya. Ia menyebutkan bahwa material banjir kali ini didominasi oleh kayu gelondongan dalam jumlah yang masif.

“Memang kita sangat terkejut. Selama ratusan tahun desa kami, kami belum pernah melihat [kayu] sebesar ini,” ungkap Risman. “Dan kita mengetahui berita dari masyarakat bahwa ada perusahaan yang membersihkan lahan kelapa sawit di bagian hulu sungai itu sendiri.”

Risman Rambe menyatakan bahwa kayu gelondongan yang dibawa banjir mencapai ribuan kubik, merusak total pemukiman warga.

Desa Hancur 100%, Puluhan Korban Jiwa

Kerusakan di Desa Garoga dilaporkan sangat parah. Kepala Desa menyebutkan bahwa rumah warga dan lahan pertanian nyaris rata dengan tanah.

“Di sini kita bisa melihat, Tuan, kayu gelondongan menjadi material banjir yang sebagian besar terjadi merusak rumah warga. Dari sinilah, Tuan, [bencana] berasal,” tuturnya.

Ia bahkan menyebutkan rumahnya sendiri yang sebelumnya tidak pernah tersentuh air, kini ikut terdampak.

“Rumah di Desa Garoga rusak 100 persen. Tidak ada lagi yang bisa di tempati. Terutama sawah, semuanya tidak bisa lagi. Termasuk rumah ayah, termasuk rumah saya, rumah saya sudah terlihat di sana, tidak pernah tersentuh air,” jelasnya.

Data sementara di Desa Garoga mencatat 35 korban jiwa telah ditemukan, namun banyak warga lain yang masih hilang dan belum ditemukan.

Permohonan Bantuan Mendesak

Kepala Desa Garoga juga menyampaikan pesan keras kepada pemerintah, mendesak investigasi menyeluruh terkait dugaan penyebab bencana, sekaligus memohon bantuan secepatnya.

“Harapan kami adalah diselidiki secara menyeluruh, inilah sebabnya hal ini terjadi, karena kita tidak menerima hal itu,” tegas Risman Rambe, “wilayah desa kami, kami hancur. Satu-satunya kehidupan kita di desa ini.”

Ia menutup pernyataannya dengan permohonan bantuan kemanusiaan. “Bantuan itu penting segera dikirim ke tempat kami. Karena kita tidak ada lagi yang bisa kami harapkan kecuali bantuan dari pemerintah, masyarakat semua.”***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Trimulyo Kucilkan Dua Siswa Gegara Dikritik, DPRD Pesawaran Lakukan Sidak
Dana Desa 2026 Turun Drastis, Bupati Majalengka: Kades Jangan Galau, Masih Ada ADD!
Sebut Karangligar ‘Cekungan Abadi’, Gubernur Dedi Mulyadi Tawarkan Relokasi dan Konsep Danau Penampung
Ironi di Balik Piring Makan Gratis, Ketika Kritik Orang Tua Berbuah “Hukuman” Bagi Sang Anak
Pasca Demo Sopir, Pemkot Bogor Hentikan Sementara Razia Angkot Tua
Sengketa Informasi Pasar Gedebage ‘Mangkrak’ 8 Bulan, Warga Bandung Kritik Kinerja KI Jawa Barat
Terinspirasi Game “City Builder”, Gen Z Berusia 22 Tahun Pimpin RW di Cimahi
Investasi Banten 2025 Tembus Rp130,2 Triliun, Projo Banten: Bukti Kinerja Pemprov Membaik dan Berdaya Tarik

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:18 WIB

SPPG Trimulyo Kucilkan Dua Siswa Gegara Dikritik, DPRD Pesawaran Lakukan Sidak

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:38 WIB

Dana Desa 2026 Turun Drastis, Bupati Majalengka: Kades Jangan Galau, Masih Ada ADD!

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:29 WIB

Sebut Karangligar ‘Cekungan Abadi’, Gubernur Dedi Mulyadi Tawarkan Relokasi dan Konsep Danau Penampung

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:42 WIB

Ironi di Balik Piring Makan Gratis, Ketika Kritik Orang Tua Berbuah “Hukuman” Bagi Sang Anak

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:16 WIB

Pasca Demo Sopir, Pemkot Bogor Hentikan Sementara Razia Angkot Tua

Berita Terbaru