Bandung Barat, Mevin.ID – Desa Singajaya di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, telah lama dikenal sebagai kampung layang-layang sejak tahun 1970. Sekitar 1.000 warga desa ini berprofesi sebagai perajin layangan, dengan produksi mencapai 500 hingga 20.000 layangan per minggu.
Potensi ekonomi kreatif ini terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini diungkapkan oleh Tati Supriati Irwan, S.Sos, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, dalam acara Sosialisasi atau Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Perda Nomor 15 Tahun 2017 tentang Ekonomi Kreatif.
Acara tersebut dilaksanakan di Desa Singajaya, Kec Cihampelas Kab Bandung Barat pada Jumat, 14 Maret 2025.
Potensi Ekonomi Kreatif Desa Singajaya
Layangan produksi Desa Singajaya telah dipasarkan ke berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Bekasi, dan Karawang. Harga layangan bervariasi, mulai dari Rp500 hingga Rp1.500 per buah, tergantung pada ukuran dan kualitas.
“Desa Singajaya memiliki potensi ekonomi kreatif yang luar biasa, terutama dari olahan bambu. Ini perlu terus dikembangkan melalui inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman,” kata Tati.
Dukungan Perda Ekonomi Kreatif Jawa Barat
Untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan Perda Nomor 15 Tahun 2017 tentang Ekonomi Kreatif (Ekraf). Perda ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan daya saing, pertumbuhan, keragaman, dan kualitas industri kreatif.
- Mendorong perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan sumber daya alam serta sumber daya budaya secara berkelanjutan.
“Perda Ekraf ini hadir untuk memastikan bahwa potensi ekonomi kreatif, seperti yang ada di Desa Singajaya, dapat dikelola dengan baik dan berkelanjutan,” jelas Tati.
Inovasi Olahan Bambu
Selain layangan, Tati menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan bambu untuk menciptakan produk-produk kreatif lainnya. “Bambu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tinggi, seperti furnitur, kerajinan, atau bahkan bahan konstruksi,” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah dan inovasi yang terus dilakukan, Desa Singajaya diharapkan dapat menjadi sentra ekonomi kreatif berbasis bambu yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Langkah Ke Depan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Desa Singajaya melalui program pelatihan, pendampingan, dan pemberian akses pasar. “Kami akan terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal secara optimal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian desa,” pungkas Tati.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Desa Singajaya siap menorehkan prestasi baru sebagai desa kreatif yang berdaya saing tinggi.***


























