Detik Ledakan dan Pelarian Terakhir, Satu-satunya Korban Selamat Ceritakan Horor Terra Drone

- Redaksi

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terra Drone Indonesia adalah penyedia jasa pemanfaatan drone untuk berbagai industri. (AFP/SYNATRIA RESPATI)

Terra Drone Indonesia adalah penyedia jasa pemanfaatan drone untuk berbagai industri. (AFP/SYNATRIA RESPATI)

Jakarta, Mevin.ID — Ledakan itu datang tanpa aba-aba. Hanya satu dentuman keras dari lantai bawah gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, lalu dunia SA (20), staf HRD perusahaan itu, berubah selamanya.

SA adalah satu-satunya karyawan di lantai 3 yang selamat. Ia berhasil keluar sesaat setelah suara “bum” menghantam bangunan enam lantai yang pada siang itu dipadati aktivitas pasca jam makan siang. Ketika ibunya, Dea Anjani (52), menerima telepon dari anaknya, kalimat pertama yang terdengar membuat lututnya lemas.

“Kantor aku meledak… bos aku mati.”

Setelah itu sambungan terputus.

Dea berlari ke lokasi, tak tahu apakah anaknya masih hidup. Kepulan asap dari kejauhan membuat napasnya saling mengejar.

Ketika akhirnya melihat SA—pucat, gemetar, penuh jelaga—ia hanya bisa memeluk erat sambil menahan tubuh anaknya yang tak lagi kuat berdiri.

“Dia cuma bilang, ‘Aku selamat, Ibu… aku selamat,’ sambil menangis,” tutur Dea.

Ledakan, Asap, dan Naluri Bertahan Hidup

Sekitar pukul 12.00 WIB, para karyawan lantai 3 baru saja kembali dari makan siang. Tanpa tanda apa pun, ledakan pertama terdengar dari lantai bawah. SA langsung berlari ke tangga darurat—keputusan yang menyelamatkan hidupnya.

Rekan-rekannya tak seberuntung itu.

Menurut cerita SA, sebagian dari mereka mulai mengeluhkan sesak napas. Mereka sempat menelpon satu sama lain, saling meminta pertolongan dari dalam kepungan asap.

“Temannya nelepon anak saya, bilang, ‘Gue udah enggak kuat… tolong gue…’,” cerita Dea lirih.

Tak satu pun dari mereka berhasil keluar.

22 Nyawa Melayang, Semua Rekan SA Tak Kembali

Hingga malam hari, petugas mendata 22 korban tewas—tujuh laki-laki dan 15 perempuan. Banyak dari mereka ditemukan utuh, tanda bahwa kematian lebih disebabkan oleh kehabisan oksigen dan terjebak asap pekat.

Di luar gedung, SA yang selamat justru mendapat tugas terberat: mencatat nama teman-teman yang tak lagi bernyawa.

Sebagai staf HRD, ia harus membuka data satu per satu, mencocokkan nama, memastikan kehadiran atau ketiadaan.

“Lihat nama teman sendiri satu per satu di daftar meninggal… itu yang bikin dia makin syok,” ujar sang ibu.

Pertanyaan Besar soal Keamanan Gedung

Pasca insiden, sorotan mengarah pada standar keselamatan bangunan. Meski memiliki enam lantai, gedung Terra Drone disebut tak memiliki jalur evakuasi memadai, minim alat pemadam, dan hanya satu pintu akses keluar-masuk.

Waktu respon pun menjadi catatan. Ledakan terjadi sekitar pukul 12.40 WIB, sementara pemadam tiba pukul 12.50 WIB—sebuah jarak menit yang cukup mengubah hitungan hidup dan mati.

Audit bangunan kini menjadi desakan keluarga korban.

Luka yang Tak Akan Sembuh Cepat

SA kini selamat secara fisik, tetapi ingatan siang itu akan menempel lama. Ia mengingat percakapan terakhir sebelum ledakan: obrolan makan siang, tawa kecil, diskusi ringan dengan bosnya.

Beberapa jam kemudian, semuanya hilang.

Bagi SA, bertahan hidup bukan sekadar keluar dari gedung—melainkan memikul memori mereka yang tak pernah keluar.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diperas Senior, Mahasiswi Kedokteran PPDS Unsri Nyaris Bunuh Diri
Tangis Pilu di Ruang MK: Anak Wartawan Eva Pasaribu Pertanyakan Keterbukaan Hukum Kasus Oknum TNI
Alasan KPK Seret Ono Surono dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
KLH Gugat Rp4,8 Triliun ke 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumut
KPK Cecar Ono Surono Soal Aliran Uang Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara
BMKG Tetapkan Status Awas, 3 Provinsi Ini Berpotensi Hujan Lebat & Banjir
KPK Tegaskan Punya Bukti Ketua PBNU Kasus Korupsi Kuota Haji
Kasus Korupsi Ade Kunang, Benarkah KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono? 

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 12:33 WIB

Diperas Senior, Mahasiswi Kedokteran PPDS Unsri Nyaris Bunuh Diri

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:32 WIB

Tangis Pilu di Ruang MK: Anak Wartawan Eva Pasaribu Pertanyakan Keterbukaan Hukum Kasus Oknum TNI

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:30 WIB

Alasan KPK Seret Ono Surono dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:00 WIB

KLH Gugat Rp4,8 Triliun ke 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumut

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:40 WIB

KPK Cecar Ono Surono Soal Aliran Uang Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara

Berita Terbaru