Purwakarta, Mevin.ID – Siang itu, udara di Kecamatan Maniis, Purwakarta, terasa panas dan kering. Namun suasana proyek rekonstruksi Jalan Ciramagirang–Ciramahilir tiba-tiba berubah tegang.
Abang Ijo Hapidin, Wakil Bupati Purwakarta, datang tanpa protokoler rumit—hanya dengan rombongan kecil dan pacul di tangan pekerja.
Proyek ini bukan proyek kecil. Anggaran Rp 2,4 miliar digelontorkan dari APBD 2025, dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender, dikerjakan oleh CV Adhi Jaya Makmur.
Sesuai kontrak No. 18/SP-P/PPK.КРА-DPUTR/VIII/2025 tertanggal 4 Agustus 2025, jalan ini seharusnya menjadi urat nadi penting bagi aktivitas warga dua desa: Ciramagirang dan Ciramahilir.
Namun, bukan kualitas mentereng yang ditemukan. Begitu lapisan tanah TPT (Tembok Penahan Tanah) digali, yang tampak justru bolong besar di dasar konstruksi.
“Ditemukan TPT yang aturannya tidak sesuai RAB. Saat dibuka dengan pacul, bawahnya bolong, kurang digali,” ujar Abang Ijo dalam video yang ia unggah di akun TikTok pribadinya, @bangwabup.purwakarta.
@bangwabup.purwakartaKawal terus #abangijohapidin #purwakarta #sidakproyek ♬ suara asli – ABANG IJO HAPIDIN WABUP PWK – ABANG IJO HAPIDIN WABUP PWK
Warga yang ikut menyaksikan sidak terdiam. Beberapa saling berpandangan. Bagi mereka, jalan ini bukan sekadar proyek—melainkan harapan. Jalan yang kuat berarti akses sekolah anak-anak, kelancaran distribusi hasil panen, dan jalur ekonomi yang hidup.
Ironisnya, harapan itu seakan mulai runtuh bahkan sebelum jalan selesai dibangun.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor belum bisa dikonfirmasi. Namun pemerintah daerah memastikan akan menindaklanjuti temuan ini dengan audit teknis dan administratif. Jika terbukti ada pelanggaran, sanksi tegas akan dijatuhkan.
“Ini uang rakyat. Kalau main-main, harus siap tanggung jawab,” tegas Abang Ijo.
Di tengah banyaknya proyek infrastruktur di daerah, kasus ini menjadi pengingat keras: pembangunan bukan hanya soal membangun jalan, tapi membangun kepercayaan.
Sidak ini memperlihatkan pentingnya pengawasan publik terhadap proyek infrastruktur. Ketika fondasi jalan saja rapuh, maka yang lebih berbahaya adalah rapuhnya kejujuran di balik pembangunan.***


























