Di Balik Viral ‘Anak Jangan WNI’: Inilah Sosok Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP yang Klaim Sudah Mengabdi 6 Tahun

- Redaksi

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Nama Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas mendadak jadi sasaran empuk hujatan netizen setelah unggahannya soal paspor Inggris sang anak viral.

Dianggap tidak nasionalis sebagai jebolan beasiswa negara (LPDP), Tyas akhirnya buka suara mengenai latar belakang dan status pengabdiannya yang diklaim sudah tuntas.

Kalimat “Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan” memicu kemarahan publik yang menilai dirinya “kacang lupa kulit”. Lantas, siapa sebenarnya sosok Tyas dan benarkah ia mangkir dari kewajiban?

Jejak Pendidikan dan Pengabdian di Indonesia

Tyas bukanlah sosok sembarangan. Ia merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum akhirnya terbang ke Belanda untuk studi S2 Sustainable Energy Technology di Delft University of Technology dengan sokongan penuh dana LPDP pada 2015-2017.

Menjawab tudingan netizen, Tyas mengklarifikasi bahwa dirinya sudah memenuhi kewajiban pengabdian.

“Selama enam tahun (2017-2023) aku menetap di Indonesia untuk memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa dan berkontribusi kembali untuk Indonesia dan masih berlangsung hingga hari ini,” tulis Tyas lewat akun Instagram @sasetyaningtyas.

Aktivis Sosial dan Lingkungan

Selama masa pengabdiannya di Indonesia, Tyas tercatat aktif dalam berbagai gerakan:

  • Energi Terbarukan: Membangun platform pengembangan energi surya di Pulau Sumba secara gratis.
  • Isu Lingkungan: Mengelola masalah sampah plastik, menyediakan platform Kawan Kompos, hingga menginisiasi penanaman 10.000 pohon bakau.
  • Sosial: Membangun sekolah di NTT dan terlibat dalam penanggulangan bencana di Sumatra.

Mengapa Berada di Inggris?

Tyas menjelaskan keberadaannya di Inggris saat ini bukan dalam rangka studi, melainkan mendampingi suaminya yang bekerja sebagai Senior Research Consultant di University of Plymouth.

Di sanalah anak keduanya lahir dan secara hukum memiliki hak warga negara Inggris karena tempat kelahiran.

Terkait statusnya, Tyas menegaskan bahwa ia dan suaminya masih berstatus WNI dan tetap taat membayar pajak ke Indonesia.

Pengakuan Dosa: “Capek Jadi WNI”

Tyas mengakui bahwa kalimat kontroversialnya adalah ungkapan emosional sesaat karena kecewa dengan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat.

“Jujur, kalau aku sih memang capek jadi WNI. Tapi sebagai penerima beasiswa uang rakyat, sudah seharusnya aku menyuarakan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Sadar pernyataannya merendahkan identitas bangsa, Tyas pun menyampaikan permohonan maaf terbuka.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi,” tutupnya.

Meski sudah meminta maaf, publik masih terbelah. Banyak yang menilai integritas seorang alumnus beasiswa negara tetap harus dijaga, terutama dalam menjaga sensitivitas di ruang digital.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mudik Lebaran 2026: Catat Jadwal Pembatasan Angkutan Barang Mulai 13 hingga 29 Maret
Kejati Jabar Periksa 5 Pegawai Baznas Terkait Dugaan Korupsi Rp13 Miliar, Whistleblower Minta KDM Turun Tangan
Sebut Tragedi Bantargebang Kegagalan Sistemik, Menteri LH Hanif Faisol Siapkan Langkah Hukum Tegas
Longsor Berulang di Bantargebang, Warga Bekasi: Jangan Jadikan Kami Tempat Sampah Selamanya!
Balas Dendam, Drone Iran Hantam Kilang Minyak Israel di Haifa
Iran Tutup Pintu Diplomasi, Siap Hadapi Perang Berkepanjangan Melawan AS
Preseden Berbahaya: Penjajah Israel Tutup Masjid Al-Aqsa 11 Hari Berturut-turut, Ibadah Tarawih Dilarang
Longsor TPST Bantargebang: Tim SAR Temukan Dua Jasad Tambahan, Total Korban Meninggal Jadi 6 Orang

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:15 WIB

Mudik Lebaran 2026: Catat Jadwal Pembatasan Angkutan Barang Mulai 13 hingga 29 Maret

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:14 WIB

Kejati Jabar Periksa 5 Pegawai Baznas Terkait Dugaan Korupsi Rp13 Miliar, Whistleblower Minta KDM Turun Tangan

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:49 WIB

Sebut Tragedi Bantargebang Kegagalan Sistemik, Menteri LH Hanif Faisol Siapkan Langkah Hukum Tegas

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:44 WIB

Longsor Berulang di Bantargebang, Warga Bekasi: Jangan Jadikan Kami Tempat Sampah Selamanya!

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:00 WIB

Balas Dendam, Drone Iran Hantam Kilang Minyak Israel di Haifa

Berita Terbaru