Diberlakukan 1 Februari, Berikut Perubahan GAPEKA 2025

- Redaksi

Jumat, 31 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi stasiun kereta api yang ramai dipadati penumpang pada jam operasional KA. Foto : KAI Commuter

Situasi stasiun kereta api yang ramai dipadati penumpang pada jam operasional KA. Foto : KAI Commuter

Jakarta, Mevin. ID – KAI Commuter terus mempersiapkan berbagai langkah strategis menjelang pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2025.

GAPEKA ini sebagai acuan utama dalam pengaturan perjalanan kereta api, dirancang untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan waktu, dan kenyamanan bagi para pengguna jasa kereta api.

Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, menyampaikan bahwa dalam GAPEKA 2025 yang akan diberlakukan efektif mulai 1 Februari 2025 mendatang, jumlah perjalanan Commuter Line akan ditambahkan, khususnya di lintas-lintas yang memiliki volume pengguna tinggi.

“Langkah ini dilakukan untuk optimalisasi layanan dan mengurangi kepadatan pengguna, terutama pada jam-jam sibuk. Di samping juga untuk meningkatkan aksesibilitas pengguna terhadap layanan Commuter Line,” jelas Asdo pada Kamis (30/1/2025).

Di wilayah Jabodetabek, mulai 1 Februari 2025, perjalanan Commuter Line total akan ditambah 15 perjalanan, dari yang sebelumnya sebanyak 1.048 perjalanan menjadi 1.063 perjalanan. Pada pelayanan Commuter Line Bogor sendiri, akan melayani sebanyak 392 perjalanan yang sebelumnya sebanyak 379 perjalanan.

Sedangkan untuk perjalanan Commuter Line Cikarang, akan ditambah 21 perjalanan yang sebelumnya 260 perjalanan. Untuk perjalanan Commuter Line Rangkasbitung juga akan ditambah menjadi 204 perjalanan yang sebelumnya sebanyak 199 perjalanan.

Asdo menambahkan, selain penambahan perjalanan, optimalisasi kecepatan perjalanan Commuter Line Bogor, khususnya pada lintas Nambo – Depok akan dilakukan.

“Kecepatan Commuter Line pada lintas tersebut yang sebelumnya 70 km/jam pada GAPEKA 2025 ini meningkat menjadi 80 km/jam,” tuturnya.

Peningkatan kecepatan perjalanan tersebut berbanding lurus dengan waktu tempuh rata-rata perjalanan Commuter Line.

Terdapat penurunan waktu tempuh rata-rata perjalanan pada lintas Bogor – Jakarta Kota, dari 89 menit menjadi 85 menit. Untuk lintas Rangkasbitung – Tanah Abang juga mengalami penurunan waktu tempuh perjalanan dari 107 menit menjadi 98 menit.

Sementara itu, untuk pemberlakuan GAPEKA 2025 pada layanan Commuter Line Merak dan Commuter Line Basoetta, tidak mengalami perubahan yang signifikan dari sebelumnya. KAI Commuter tetap melayani sebanyak 64 perjalanan Commuter Line Basoetta setiap harinya.

Sedangkan untuk layanan Commuter Line Merak, KAI Commuter akan melayani sebanyak 14 perjalanan setiap harinya dengan perubahan jam pemberangkatan mulai 7 – 25 menit. Optimalisasi rata-rata waktu tunggu perjalanan juga diturunkan dari 162 menit menjadi 160 menit.

“Untuk mendukung perubahan ini, KAI Commuter terus melakukan peningkatan berbagai fasilitas layanan di seluruh wilayah. Langkah ini diambil bahkan dari sebelum GAPEKA 2025, agar dapat lebih maksimal melayani masyarakat yang membutuhkan transportasi yang terjangkau semua kalangan,” urai Asdo.

Perubahan dan penambahan pada GAPEKA 2025 tidak hanya di Jabodetabek dan Wilayah 1 Merak, di wilayah operasional KAI Commuter seperti Wilayah 2 Bandung terdapat penambahan 4 perjalanan Commuter Line Jatiluhur dan waktu tempuh yang lebih singkat.

Untuk Wilayah 6 Yogyakarta perjalanan Commuter Line Yogya – Palur juga bertambah menjadi 27 perjalanan yang sebelumnya 24, sedangkan Commuter Line Prameks menjadi 10 dari 8 perjalanan.

Sementara itu di wilayah paling ujung, Wilayah 8 Surabaya menambah 2 stasiun baru yakni Stasiun Boharan dan Stasiun Kedinding untuk naik dan turun pengguna.

“Semoga dengan adanya perubahan dan penambahan perjalanan, waktu tempuh dan fasilitas prasarana pendukung lainnya dapat memberikan dampak tidak hanya bagi pengguna tapi juga pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar Stasiun,” ujar Asdo.

Sebagai catatan, sebelumnya, pada persiapan pemberlakuan GAPEKA 2025, KAI Commuter bersama Direktorat Jenderal Perkerataapian Kementerian Perhubungan juga telah mereaktivasi stasiun perhentian baru antara Stasiun Citayam – Stasiun Cibinong, yaitu Stasiun Pondok Rajeg.

Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi kereta api bagi masyarakat di kawasan sekitar, sekaligus mendukung konektivitas antar wilayah di Jabodetabek.

Reaktivasi ini juga merupakan langkah strategis dalam mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat, sejalan dengan upaya KAI Commuter untuk memberikan layanan yang lebih baik dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Dengan pemberlakuan GAPEKA 2025, para pengguna Commuter Line dapat menyesuaikan kembali waktu perjalanannya sesuai dengan jadwal yang berlaku.

Untuk informasi jadwal perjalanan terbaru, dapat diakses melalui website commuterline.id atau sosial media resmi KAI Commuter @commuterline serta Contact Center 021-121,” tutup Asdo. (*)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Produksi Nikel 2026 Melorot, Sengaja Dipangkas Kementerian ESDM: Ini Alasannya 
Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun
Pemprov Jabar Rancang Skema Swap Share: Lepas Saham Kertajati demi Bandara Husein Sastranegara
Rekrutmen Kemenkes Program Penguatan Sistem Rujukan Nasional, Link Pendaftarannya di Sini
Minimarket Sumedang Wajib ‘Wakaf Hijau’? Tuntutan Syarat Izin Baru Berbasis Lingkungan Mencuat
Disindir Prabowo Soal Praktik ‘Main Mata’ di Pajak dan Bea Cukai, Menkeu Purbaya Siap Bersih-Bersih Skuad
Rahasia Gizi Super Ikan Sidat: Omega 3 Tertinggi di Dunia Versi BRIN
Samsat Indramayu Luncurkan Kios-K, Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Antre

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:15 WIB

Produksi Nikel 2026 Melorot, Sengaja Dipangkas Kementerian ESDM: Ini Alasannya 

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:44 WIB

Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:44 WIB

Pemprov Jabar Rancang Skema Swap Share: Lepas Saham Kertajati demi Bandara Husein Sastranegara

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rekrutmen Kemenkes Program Penguatan Sistem Rujukan Nasional, Link Pendaftarannya di Sini

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:33 WIB

Minimarket Sumedang Wajib ‘Wakaf Hijau’? Tuntutan Syarat Izin Baru Berbasis Lingkungan Mencuat

Berita Terbaru