Jakarta, Mevin.ID — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengungkapkan bahwa ADP (39), diplomat muda yang ditemukan tewas di Jakarta, pernah menjadi saksi dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Jepang.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, mengatakan ADP pernah memberikan kesaksian dalam sidang perkara TPPO saat bertugas di luar negeri. “Almarhum pernah menjadi saksi untuk kasus TPPO yang ada di Jepang. Sudah lama kasusnya, setahu saya sudah selesai,” ujar Judha di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (9/7).
Judha meminta publik untuk tidak mengaitkan kematian ADP dengan kasus-kasus yang pernah ditanganinya selama bertugas, termasuk TPPO. “Jangan dikait-kaitkan. Kita lihat hasil penyelidikan polisi, jangan berspekulasi,” katanya.
ADP ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat ditemukan, wajah korban tertutup isolasi atau lakban. Namun, dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada jasad korban maupun kehilangan barang.
“Sidik jari korban ditemukan pada lakban yang menutup wajahnya. Namun hal itu masih perlu diperiksa lebih lanjut di laboratorium,” ujar pihak kepolisian.
ADP telah bergabung sebagai diplomat fungsional muda Kemlu sejak 2014 dan pernah bertugas di KBRI Dili, Timor Leste, serta KBRI Buenos Aires, Argentina. Sejak 2022, ia bertugas di Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI dan aktif menangani berbagai evakuasi warga negara Indonesia dari negara-negara terdampak bencana dan konflik.
Rencananya, ADP akan ditugaskan ke KBRI Helsinki, Finlandia, pada akhir Juli 2025. Namun, rencana tersebut tidak sempat terwujud.
Jenazah ADP telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Sunthen, Jomblangan, Banguntapan, Bantul, pada Rabu petang (9/7), disaksikan oleh keluarga dan rekan-rekan sejawat dari Kemlu RI.
Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian ADP. Kemlu RI menyatakan akan menghormati proses hukum yang berjalan dan mendukung penuh penyelidikan untuk mengungkap fakta sebenarnya.***


























