JAKARTA, Mevin.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan mengenai pengalaman tak terlupakan saat mengikuti retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor.
Purbaya mengaku sempat “disentil” oleh Presiden Prabowo Subianto terkait integritas di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo secara retoris mempertanyakan apakah pemerintah akan terus membiarkan praktik ketidakjujuran yang diduga melibatkan oknum di dua instansi vital tersebut.
“Beliau bilang, apakah kita akan mau dikibuli terus oleh (orang) pajak dan bea cukai? Itu pesan ke saya, walaupun beliau tidak melihat langsung ke saya, tapi rasanya ‘deg-degan’ sampai ke sini,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Soroti Praktik Under Invoicing
Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian serius Presiden adalah maraknya praktik under invoicing atau pelaporan nilai barang yang lebih rendah dari nilai sebenarnya.
Praktik ini disinyalir masih sering terjadi dan kerap luput dari deteksi karena adanya celah atau keterlibatan oknum petugas.
Selain itu, Purbaya juga mencatat bahwa praktik penghindaran pajak di lingkungan DJP masih menjadi raport merah yang harus segera dibenahi.
Ancaman ‘Rumahkan’ Pegawai yang Nakal
Menanggapi sindiran keras kepala negara, Menkeu Purbaya menegaskan tidak akan tinggal diam. Ia menjanjikan perbaikan sistem secara masif, termasuk pengoptimalan sistem Coretax dalam 1-2 bulan ke depan.
Purbaya bahkan mengeluarkan peringatan keras bagi para pegawai yang masih berani “bermain” dengan aturan:
- Pembersihan Internal: Pegawai yang kinerjanya buruk atau terlibat praktik ilegal akan “dikotakkan” atau dirumahkan.
- Deadline Satu Tahun: Khusus untuk Bea Cukai, ada ancaman pembekuan jika dalam satu tahun tidak menunjukkan perubahan signifikan.
- Penyelamatan Institusi: Purbaya berkomitmen menyelamatkan sekitar 16 ribu pegawai yang bekerja dengan integritas tinggi, namun akan bertindak tegas pada oknum yang merusak citra instansi.
“Citra direktorat tersebut buruk dari segala arah, baik di media, masyarakat, bahkan di mata Presiden. Saya akan pastikan perbaikan ini berjalan,” tegas Purbaya.
Sekilas Fakta Ekonomi 2026
|
Indikator |
Data Terkini |
|---|---|
|
Target Setoran Pajak 2026 |
Rp 2.693 Triliun |
|
Defisit APBN 2025 |
Rp 695,1 Triliun |
|
Target Defisit APBD 2026 |
Diperketat jadi 2,5% |


























