Jakarta, Mevin.ID — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMASI) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Yayasan Dompet Dhuafa, Philanthropy Building, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (25/6/2025).
Aksi tersebut berujung ricuh setelah massa mencoba merangsek masuk ke dalam kantor lembaga filantropi tersebut.
Kericuhan terjadi saat pengunjuk rasa bersitegang dengan petugas keamanan gedung. Demonstran yang berusaha masuk secara paksa dihalau, menyebabkan ketegangan dan sempat memicu kemacetan sepanjang hampir dua kilometer di sekitar lokasi.
“Kami marah karena ada dugaan kuat dana zakat dan donasi yang dihimpun justru dimanfaatkan untuk memperkaya kelompok tertentu di internal mereka,” ujar Dicky Amanda, koordinator lapangan aksi, kepada wartawan.
GEMASI menyoroti tidak adanya transparansi publik mengenai jumlah dana yang dihimpun dan disalurkan oleh Dompet Dhuafa. Mereka menduga dana tersebut diputar di internal lembaga, melalui sejumlah badan usaha yang berafiliasi dengan Dompet Dhuafa.
Beberapa entitas yang disebut dalam demonstrasi antara lain PT Dompet Dhuafa Corpora (DD CORPORA), PT Dompet Dhuafa Niaga, serta unit bisnis di bawah Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE), seperti DD Travel, DD Medika, DD Publika, hingga lembaga riset IDEAS (Institute for Demographic and Poverty Studies).
“Kemarin kami sudah melaporkan hal ini ke BAZNAS RI. Besok kami akan menyambangi Kejaksaan Agung dan Kementerian Agama. Hari ini kami juga membawa tikus hidup sebagai simbol maraknya ‘tikus-tikus’ yang menggerogoti dana umat,” tegas Dicky.
Pihak Dompet Dhuafa hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang dilayangkan para demonstran.***


























