Donald Trump Berulah, Indonesia di Ambang Resesi Akibat Tarif Brutal 32%

- Redaksi

Kamis, 3 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara menjadi pembicara dalam acara diskusi bertajuk ‘Omon-Omon Kesejahteraan: Rapor Bayangan 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran’ di Jakarta, Kamis (23/1/2025). (ANTARA/Uyu Septiyati Liman)

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara menjadi pembicara dalam acara diskusi bertajuk ‘Omon-Omon Kesejahteraan: Rapor Bayangan 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran’ di Jakarta, Kamis (23/1/2025). (ANTARA/Uyu Septiyati Liman)

Jakarta, Mevin.ID  – Ancaman besar menghantui Indonesia! Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) sebesar 32 persen terhadap Indonesia bisa menjadi pemicu resesi ekonomi dahsyat pada kuartal IV-2025!

“Bisa picu resesi ekonomi Indonesia di kuartal IV-2025,” tegas Bhima seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis.

Kebijakan ekonomi agresif yang diumumkan Presiden AS Donald Trump ini mengguncang perdagangan Indonesia. Tidak hanya menekan ekspor Indonesia ke AS, tetapi juga berpotensi menyebabkan efek domino yang menghantam ekspor ke negara lain.

Sektor otomotif dan elektronik Indonesia kini berada di jurang kehancuran! Tarif yang lebih tinggi membuat harga kendaraan ekspor Indonesia semakin mahal bagi konsumen AS, memicu anjloknya penjualan. Konsekuensinya? Gelombang PHK massal dan penurunan kapasitas produksi industri dalam negeri!

“Produsen otomotif Indonesia tidak bisa serta-merta beralih ke pasar domestik karena spesifikasi kendaraan yang diekspor berbeda. Imbasnya? Layoff dan produksi anjlok!” kata Bhima.

Tak hanya otomotif dan elektronik, industri tekstil dan pakaian jadi juga diambang keterpurukan! Sejumlah brand global AS yang memiliki pangsa pasar besar di Indonesia diperkirakan akan memangkas pesanan dari pabrik-pabrik Indonesia, sementara Indonesia harus menghadapi serbuan produk murah dari Vietnam, Kamboja, dan China yang agresif menguasai pasar alternatif.

“Begitu tarif naik, brand-brand AS akan mengurangi pesanan ke Indonesia. Sementara kita justru akan dibanjiri produk pesaing!” ujar Bhima.

Di tengah ancaman ini, pemerintah Indonesia harus bertindak cepat! Bhima menekankan bahwa relokasi pabrik ke Indonesia harus dipermudah, regulasi harus konsisten, dan perizinan harus dipermudah. Infrastruktur industri, sumber energi terbarukan, dan tenaga kerja harus dipersiapkan agar Indonesia tetap kompetitif.

Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan ini pada Rabu (2/4), dengan menaikkan tarif sedikitnya 10 persen terhadap berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Berdasarkan unggahan Gedung Putih di Instagram, Indonesia masuk dalam daftar korban perang dagang AS di peringkat kedelapan, dengan tarif mencapai 32 persen!

Selain Indonesia, negara-negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand juga terkena dampak brutal ini, dengan kenaikan tarif masing-masing sebesar 24 persen, 49 persen, 46 persen, dan 36 persen.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menaker Jelaskan Rumus UMP 2026: Alfa Naik, Tapi Kenaikan Upah Tetap Bergantung Daerah
Kasus Matel Kalibata Jadi Alarm: OJK Diminta Tegas Lindungi Konsumen
ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga
Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”
Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko
1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi
Menanti Roadmap Koperasi Merah Putih, Ekos: IKA Ikopin Tak Boleh Jadi Penonton
Majalengka, Dapur Bibit Nasional yang Menopang Mimpi Besar Indonesia Hijau

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:25 WIB

Menaker Jelaskan Rumus UMP 2026: Alfa Naik, Tapi Kenaikan Upah Tetap Bergantung Daerah

Minggu, 14 Desember 2025 - 19:27 WIB

ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:39 WIB

Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:06 WIB

Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko

Rabu, 10 Desember 2025 - 09:16 WIB

1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi

Berita Terbaru