Dony Oskaria Minta Kapolda Aceh–Sumut–Sumbar Usut Pembalakan Penyebab Banjir

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria berjalan untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria berjalan untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Jakarta, Mevin.ID – Serpihan kayu dan gelondongan yang ikut hanyut dalam banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan sekadar “sampah”.

Bagi Dony Oskaria, Kepala BP BUMN, itu adalah bukti kasat mata: ada sesuatu yang janggal di hulu. Sesuatu yang bukan sekadar curah hujan ekstrem.

“Ini tangan manusia. Pembalakan. Kapolda di tiga provinsi harus mengusut tuntas perusakan hutan yang memicu bencana ini,” tegas Dony dalam keterangannya, Sabtu (29/11).

Bencana beruntun yang menghajar Sumatera dalam beberapa hari terakhir telah merenggut 303 nyawa. Rumah hanyut, jembatan putus, dan ribuan warga mengungsi.

Namun di balik itu semua, muncul pertanyaan yang semakin sulit dihindari: mengapa air bah membawa potongan kayu dalam jumlah besar?

99 Persen Ulah Pembalakan

Dony tak berputar-putar:
“Banjir tidak sepenuhnya alami. Pembalakan liar menyumbang 99 persen kerusakan yang memperparah aliran air,” ujarnya.

Potongan-potongan kayu yang terdokumentasi dalam berbagai video amatir dianggapnya sebagai “jejak kriminal lingkungan” yang harus segera diselidiki aparat.

Ia menuntut tiga Kapolda—Aceh, Sumut, dan Sumbar—bergerak cepat sebelum kerusakan ekosistem semakin meluas.

Ancaman Longsor Susulan Masih Mengintai

Selain mendesak pengusutan, Dony juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem belum selesai. Kondisi tanah yang labil membuat ancaman longsor susulan dan banjir lanjutan semakin mungkin terjadi.

Fokus terpenting, menurutnya, adalah keselamatan warga. “Seluruh pihak harus berada dalam satu komando dan bergerak cepat,” ujarnya.

BUMN Diminta Turun Tangan

Dalam situasi darurat, Dony juga menginstruksikan seluruh BUMN melalui program BUMN Peduli untuk turun membantu korban di lapangan. Kecepatan koordinasi dan ketepatan distribusi dianggap penting untuk meminimalkan risiko korban tambahan.

“BUMN harus hadir. Ini bukan hanya bencana alam, tapi bencana ekologis,” tegasnya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR
Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku
Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan
Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan
Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar
GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang
Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:30 WIB

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:07 WIB

Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:49 WIB

Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:48 WIB

Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:02 WIB

Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar

Berita Terbaru