DPR Minta Penundaan Impor 105 Ribu Pikap India, Bos Agrinas: Kami “Manut” Saja

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase mobil pickup Mahindra Scorpio dan Tata Yodha. (Dok. Mahindra dan Tata)

i

Kolase mobil pickup Mahindra Scorpio dan Tata Yodha. (Dok. Mahindra dan Tata)

JAKARTA, Mevin.ID – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, akhirnya merespons tegas permintaan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terkait penundaan impor 105 ribu unit kendaraan pikap asal India.

Menanggapi dinamika politik dan kritik dari berbagai pihak, Joao menegaskan bahwa pihaknya akan tunduk pada keputusan akhir pemerintah pusat. Sebagai BUMN yang mengemban mandat nasional, Agrinas memilih sikap kooperatif dalam mengikuti arahan otoritas.

“Kami ikutin, manut saja. Apapun keputusannya. Kami yang penting bekerja saja untuk negeri dan masyarakat,” ujar Joao dalam keterangan resminya, Selasa (24/2/2026).

Menunggu Kepulangan Presiden Prabowo

Permintaan penundaan ini sebelumnya dilontarkan oleh Sufmi Dasco Ahmad dengan alasan perlunya pembahasan detail di tingkat tertinggi. Mengingat Presiden Prabowo Subianto saat ini masih berada dalam rangkaian kunjungan kerja di luar negeri, DPR menilai kebijakan strategis ini tidak boleh diputuskan terburu-buru.

Dasco menekankan bahwa Presiden nantinya akan melakukan kalkulasi ulang terkait:

Kesiapan Industri Otomotif Lokal: Apakah pabrikan dalam negeri benar-benar tidak mampu memenuhi kuota 105 ribu unit tersebut?

Efek Domino Industri: Menilai dampak langsung terhadap rantai pasok komponen otomotif nasional jika impor CBU (Completely Built Up) tetap dijalankan.

Dilema Logistik vs Industri Lokal

Agrinas awalnya merencanakan impor ratusan ribu pikap dari Mahindra dan Tata Motors guna mempercepat distribusi pangan melalui Koperasi Merah Putih.

Langkah ini dianggap sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan kendaraan niaga ringan yang belum terakomodasi oleh kapasitas produksi domestik saat ini.

Namun, Bos Gaikindo dan para pelaku industri logam-mesin mulai menyuarakan kecemasan. Mereka khawatir banjirnya unit impor akan memukul daya saing produk rakitan lokal dan bertentangan dengan semangat hilirisasi industri yang selama ini didorong pemerintah.

Dinamika Kebijakan

Sikap “manut” dari Agrinas menandakan bahwa realisasi impor 105.000 unit kendaraan kini berada dalam status standby. Keputusan final akan sangat bergantung pada hasil rapat terbatas (ratas) sekembalinya Presiden Prabowo ke tanah air.

“DPR sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu, biar Presiden yang meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan perusahaan dalam negeri,” imbuh Dasco yang juga merupakan Ketua Harian DPP Gerindra tersebut.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: CNBC Indonesia

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mudik Lebaran 2026: Catat Jadwal Pembatasan Angkutan Barang Mulai 13 hingga 29 Maret
Kejati Jabar Periksa 5 Pegawai Baznas Terkait Dugaan Korupsi Rp13 Miliar, Whistleblower Minta KDM Turun Tangan
Sebut Tragedi Bantargebang Kegagalan Sistemik, Menteri LH Hanif Faisol Siapkan Langkah Hukum Tegas
Longsor Berulang di Bantargebang, Warga Bekasi: Jangan Jadikan Kami Tempat Sampah Selamanya!
Balas Dendam, Drone Iran Hantam Kilang Minyak Israel di Haifa
Iran Tutup Pintu Diplomasi, Siap Hadapi Perang Berkepanjangan Melawan AS
Preseden Berbahaya: Penjajah Israel Tutup Masjid Al-Aqsa 11 Hari Berturut-turut, Ibadah Tarawih Dilarang
Longsor TPST Bantargebang: Tim SAR Temukan Dua Jasad Tambahan, Total Korban Meninggal Jadi 6 Orang

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:15 WIB

Mudik Lebaran 2026: Catat Jadwal Pembatasan Angkutan Barang Mulai 13 hingga 29 Maret

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:14 WIB

Kejati Jabar Periksa 5 Pegawai Baznas Terkait Dugaan Korupsi Rp13 Miliar, Whistleblower Minta KDM Turun Tangan

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:49 WIB

Sebut Tragedi Bantargebang Kegagalan Sistemik, Menteri LH Hanif Faisol Siapkan Langkah Hukum Tegas

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:44 WIB

Longsor Berulang di Bantargebang, Warga Bekasi: Jangan Jadikan Kami Tempat Sampah Selamanya!

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:00 WIB

Balas Dendam, Drone Iran Hantam Kilang Minyak Israel di Haifa

Berita Terbaru