DPR Soroti Temuan Aqua Gunakan Sumur Bor, Minta Pengambilan Air Dievaluasi

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi air minum dalam kemasan - Womenshealthmag

Ilustrasi air minum dalam kemasan - Womenshealthmag

Jakarta, Mevin.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna menyoroti inspeksi mendadak yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke pabrik Aqua di Kabupaten Subang. Temuan dalam video yang beredar menunjukkan bahwa sumber air Aqua berasal dari sumur bor dalam, bukan mata air pegunungan seperti yang selama ini diklaim dalam iklan.

Ateng menegaskan bahwa izin pengambilan air tanah atau SIPA (Surat Izin Pengusahaan Air Tanah) tidak berlaku permanen dan harus terus dievaluasi mengikuti kondisi hidrologis terkini.

“Izin SIPA harus dievaluasi karena ketersediaan air tanah sangat dinamis dan dipengaruhi lingkungan,” ujar Ateng, Selasa (28/10/2025).

DPR Minta Kajian Water Stress Assessment

Politisi PKS dari Dapil Jabar IX tersebut mendorong pemerintah dan perusahaan melakukan water stress assessment secara menyeluruh untuk mengetahui tingkat kerawanan air tanah di Subang.

“Kalau hasil kajian menunjukkan zona merah, maka pengambilan air tanah harus dihentikan tanpa kompromi,” tegasnya.

Ateng juga mengingatkan bahwa program konservasi tidak dapat dijadikan dalih untuk terus mengeksploitasi sumber air di wilayah sensitif.

“Konservasi hanya relevan di zona aman, dan tetap ada batasnya. Tidak boleh jadi tameng eksploitasi,” lanjutnya.

Perusahaan Diminta Transparan

Ia menyinggung bahwa sekalipun perusahaan AMDK meraih predikat PROPER Hijau atau Emas, hal tersebut tidak otomatis menjamin bahwa penggunaan air tanah telah berkelanjutan.

“Perusahaan dengan predikat lingkungan tinggi seharusnya menjadi teladan dengan membuka hasil kajian ilmiah mereka ke publik,” katanya.

Sebagai produsen besar yang sudah lama beroperasi di Indonesia, Ateng menilai Aqua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan pengelolaan air dilakukan secara akuntabel dan transparan.

“Jika Aqua berani mempublikasikan kajian mereka, kegaduhan akan mereda. Jika belum ada, maka sudah saatnya berbenah,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kawal Arus Mudik 2026, Daniel Mutaqien Desak Menteri PU Segera Benahi Jalur Pantura Indramayu-Cirebon
Anton Suratto Usulkan Regulasi Kuat dan Badan Keamanan Digital untuk Tangani Hoax
Legislator Golkar Kawal Kasus Dugaan Penganiayaan Pedagang Es di Kemayoran
Politisi Golkar Sebut Kunjungan Presiden ke Luar Negeri Pertegas Posisi Indonesia di Mata Internasional
Darurat Sampah! DPRD DKI Desak Pemprov Hentikan Solusi ‘Tambal Sulam’ di TPST Bantar Gebang
Darurat Abrasi Sungai di Nunuk Baru, Komisi III DPRD Majalengka Desak Pemda Segera Turunkan Anggaran BTT
Gaya Hidup Mewah Jaksa Jadi Sorotan, Komisi III DPR: Reformasi Kejaksaan Masih “Tambal Sulam”
Ribuan Kendaraan Dinas Nunggak Pajak, DPRD Bekasi Soroti Krisis Keteladanan Pemkot

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:45 WIB

Kawal Arus Mudik 2026, Daniel Mutaqien Desak Menteri PU Segera Benahi Jalur Pantura Indramayu-Cirebon

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:15 WIB

Anton Suratto Usulkan Regulasi Kuat dan Badan Keamanan Digital untuk Tangani Hoax

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:26 WIB

Legislator Golkar Kawal Kasus Dugaan Penganiayaan Pedagang Es di Kemayoran

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:09 WIB

Politisi Golkar Sebut Kunjungan Presiden ke Luar Negeri Pertegas Posisi Indonesia di Mata Internasional

Minggu, 11 Januari 2026 - 10:34 WIB

Darurat Sampah! DPRD DKI Desak Pemprov Hentikan Solusi ‘Tambal Sulam’ di TPST Bantar Gebang

Berita Terbaru