Dugaan Penganiayaan Senior di Aspol Makassar, Polisi Muda Berpangkat Bripda Tewas Memprihatinkan

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah keluarga korban anggota Polri inisial Bripda DP yang diduga mengalami kekerasan oleh seniornya hingga meninggal dunia masih menunggu hasil pemeriksaan di area Biddokkes Rumah Sakit Bayangkara Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (22/2/2026). ANTARA/Darwin Fatir

i

Sejumlah keluarga korban anggota Polri inisial Bripda DP yang diduga mengalami kekerasan oleh seniornya hingga meninggal dunia masih menunggu hasil pemeriksaan di area Biddokkes Rumah Sakit Bayangkara Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (22/2/2026). ANTARA/Darwin Fatir

MAKASSAR, Mevin.ID – Kabar duka sekaligus mengejutkan datang dari lingkungan Polda Sulawesi Selatan. Seorang anggota Polri muda, Bripda DP, dilaporkan meninggal dunia secara tragis pada Minggu (22/2/2026).

Korban diduga tewas akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seniornya di dalam Kompleks Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, Makassar.

Kematian polisi muda ini memicu kecurigaan besar setelah pihak keluarga menemukan sejumlah tanda kekerasan fisik pada jenazah korban saat berada di rumah sakit.

Kronologi dan Kejanggalan Kematian

Peristiwa bermula saat Direktorat Samapta Polda Sulsel menerima laporan bahwa Bripda DP jatuh sakit usai melaksanakan salat subuh setelah sahur di asrama. Korban sempat dilarikan ke RSUD Daya untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Pihak keluarga, yang dipimpin oleh ayah korban, Aipda H. Jabir (anggota Polres Pinrang), awalnya mendapat kabar bahwa putra mereka meninggal karena sakit.

Namun, saat melihat langsung kondisi jenazah, mereka menemukan kejanggalan berupa luka memar di tubuh dan mulut yang mengeluarkan darah.

Karena merasa ada yang tidak beres, jenazah akhirnya dipindahkan ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Propam Periksa Enam Saksi

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendi, menegaskan bahwa pihaknya tengah bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini.

Hingga saat ini, sedikitnya enam orang telah diperiksa, termasuk rekan seangkatan (lichting) dan senior korban.

“Kita belum bisa pastikan apakah korban pengeroyokan atau bukan. Yang pasti kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang. Jumlah ini mungkin akan bertambah,” ujar Zulham saat memberikan keterangan di Makassar.

Janji Penegakan Hukum yang Transparan

Polda Sulsel memastikan tidak akan ada yang ditutup-tutupi dalam proses investigasi ini. Tim Dokkes Polda Sulsel telah diminta untuk melakukan visum luar maupun visum dalam (otopsi) jika pihak keluarga mengizinkan, guna mencari penyebab pasti kematian Bripda DP.

“Saya sudah sampaikan kepada dokter yang memeriksa, silakan diperiksa dengan benar. Jangan ada yang ditutup-tutupi kalau memang ada kekerasan. Kami akan tegakkan aturan sesuai dengan hukum yang berlaku secara profesional,” tegas Kombes Zulham.

Duka Mendalam di Pinrang

Saat ini, suasana haru menyelimuti RS Bhayangkara Makassar. Ayah dan ibu korban masih menunggu proses pemeriksaan medis selesai.

Rencananya, jenazah Bripda DP akan segera dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Pinrang untuk dimakamkan.

Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat insiden kekerasan di lingkungan internal kepolisian kembali mencuat.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Percetakan Al-Qur’an Braille Bandung: Ketekunan Luar Biasa Para Pekerja, Menghindari Kitab Suci Salah Arti
Mengenaskan! Dua Pekerja Tertimpa Marmer Besar di Tasikmalaya, Satu Meninggal
Kasus Maut Labu Siam Cianjur: Ini Hukuman yang Pantas Bagi Pelaku
Banjir Rendam Lampung Selatan, Kendaraan Terseret Arus dan Akses Kota Baru Terputus
Angin Puting Beliung Terjang Cimahi, Pohon Tumbang Timpa Bangunan dan Kendaraan
Aliansi BEM Se-Majalengka Soroti Polemik KDMP, Desak Evaluasi Pembangunan di Ruang Publik
Aksi Heroik di Bekasi: Suami Tabrak Begal demi Selamatkan Istri saat Sahur
232 Halte BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Target Rampung Akhir 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:32 WIB

Percetakan Al-Qur’an Braille Bandung: Ketekunan Luar Biasa Para Pekerja, Menghindari Kitab Suci Salah Arti

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:06 WIB

Kasus Maut Labu Siam Cianjur: Ini Hukuman yang Pantas Bagi Pelaku

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:38 WIB

Banjir Rendam Lampung Selatan, Kendaraan Terseret Arus dan Akses Kota Baru Terputus

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:55 WIB

Angin Puting Beliung Terjang Cimahi, Pohon Tumbang Timpa Bangunan dan Kendaraan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:19 WIB

Aliansi BEM Se-Majalengka Soroti Polemik KDMP, Desak Evaluasi Pembangunan di Ruang Publik

Berita Terbaru