Duka Berlapis Keluarga Anggota Satpol PP Kebumen yang Gugur di Tangan ODGJ

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEBUMEN, Mevin.ID – Dentang lonceng kantor Satpol PP Kabupaten Kebumen terdengar lebih lirih pada Selasa (3/2/2026) pagi itu. Para personel berdiri tegak dengan sorot mata berkaca-kaca, mengiringi langkah terakhir rekan mereka, Mochamad Faik, yang terbujur kaku di usungan.

Dalam upacara kedinasan penuh penghormatan itu, tak hanya seragam yang basah oleh keringat tugas, tetapi juga pipi yang basah oleh duka.

Mochamad Faik, anggota Satpol PP Kebumen, gugur pada Senin (2/2/2026) siang saat menjalankan tugas kemanusiaan mengevakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Krakal, Kecamatan Alian.

Ia meninggalkan ruang kerja yang selalu ia rapikan, telepon gawai yang sering berdering dengan laporan warga, dan satu kursi kosong yang kini hanya bisa mengenang sosoknya sebagai “Putra Sulung”.

“Putra Sulung” Bagi Keluarga dan Institusi

Bagi keluarganya di Keposan, Faik adalah anak laki-laki satu-satunya, tumpuan harapan dan kebanggaan. Bagi Kepala Satpol PP Kebumen, Ira Puspitasari, Faik adalah “putra sulung” di institusinya; seorang personel muda yang diandalkan.

“Ia adalah pribadi yang sangat baik, pendiam, dan ramah. Selalu santun dan tak pernah lupa berpamitan sebelum berangkat bertugas,” kenang Kyai Kastolani, tetangga sekaligus imam masjid setempat, menggambarkan sosok Faik yang sederhana.

Kesantunan itu mungkin yang membawanya maju saat tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Puskesmas, dan keluarganya sendiri, berusaha mengevakuasi ODGJ.

Sebuah tugas rutin yang tiba-tiba berubah tragis, membuktikan bahwa menjaga ketertiban di garis terdepan selalu menyimpan risiko yang tak terduga.

“Kami sudah melakukan mitigasi. Namun, terjadi hal di luar prediksi,” ucap Ira dengan suara bergetar, mengisyaratkan trauma yang dalam bagi seluruh jajaran Satpol PP.

Duka yang Berlapis bagi Keluarga

Peti jenazah yang ditutupi bendera Merah-Putih itu bukanlah pertama kalinya melintasi jalan menuju rumah duka keluarga Faik.

Hanya 22 hari sebelumnya, keluarga ini baru saja menguburkan nenek dari pihak ayah. Duka itu belum kering, mereka harus kembali menerima kepergian Faik.

Namun, tragedi seakan belum cukup. Pada Selasa malam, di tengah hiruk-pikuk pelayat yang datang silih berganti, nenek dari pihak ibu yang turut berduka ikut meninggal dunia di rumah yang sama.

Dalam waktu kurang dari sebulan, keluarga ini harus kehilangan tiga nyawa yang mereka kasihi. Sebuah rentetan musibah yang membuat tetangga hanya mampu menggeleng pilu.

Upacara pelepasan yang dipimpin Asisten Pemerintahan Sekda Kebumen, R. Agung Pambudi, mencoba memberikan penghiburan.

“Semoga amal bakti almarhum selama bertugas menjadi pahala jariyah,” ujarnya, mewakili Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.

Namun, di balik kata-kata resmi itu, tersimpan pertanyaan besar. Tugas mengevakuasi ODGJ yang mestinya adalah tindakan perlindungan sosial, bagaimana bisa berakhir dengan hilangnya nyawa petugas?

Insiden ini telah membuka mata banyak pihak tentang kompleksitas dan bahaya yang mengintai di lapangan.

“Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi kami untuk meningkatkan perlindungan petugas,” tegas Ira Puspitasari.

Ia juga mengimbau masyarakat proaktif melapor untuk mencegah eskalasi gangguan.

Pagi itu, iring-iringan meninggalkan kantor Satpol PP menuju TPU Kebumen. Mochamad Faik pergi, bukan karena sakit atau usia, tetapi karena sebuah panggilan tugas.

Ia meninggalkan cerita tentang dedikasi seorang putra sulung, baik bagi keluarganya di rumah, maupun bagi institusi tempatnya mengabdi.

Gugur di garis depan, namanya kini terukir dalam daftar panjang para penjaga ketertiban yang mengorbankan segalanya untuk melindungi masyarakat.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Patroli Polres Cianjur Siap Kejar Aksi Perang Sarung juga Awasi Medsos Selama Ramadan
Pemprov Jabar Siapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026, Segera Daftar di Aplikasi Sapawarga
Nasib Pilu Petani Cikarang Selatan, Sawah Terancam Digusur Rusun, “Kang Dedi, Ieu Pare Encan Panen Geus Di-Doser!”
Perkuat Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota Ajak Perusahaan Kolaborasi Lewat Forum Komunikasi
Polda Jabar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan: Puluhan Kilo Sabu hingga Ribuan Knalpot Brong
Buntut Mobil Dinas ‘Nakal’ Ganti Plat di Tuban, Pertamina Sanksi Tegas SPBU Latsari
Tragedi Ledakan Petasan di Situbondo: Rumah Rata dengan Tanah, 1 Tewas dan 6 Luka-Luka
Semangat Toleransi di Kelenteng Hok Lay Kiong: Mas Tri dan Istri Rayakan Imlek Bersama Warga

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:25 WIB

Tim Patroli Polres Cianjur Siap Kejar Aksi Perang Sarung juga Awasi Medsos Selama Ramadan

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:57 WIB

Pemprov Jabar Siapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026, Segera Daftar di Aplikasi Sapawarga

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:33 WIB

Nasib Pilu Petani Cikarang Selatan, Sawah Terancam Digusur Rusun, “Kang Dedi, Ieu Pare Encan Panen Geus Di-Doser!”

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:30 WIB

Perkuat Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota Ajak Perusahaan Kolaborasi Lewat Forum Komunikasi

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:30 WIB

Polda Jabar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan: Puluhan Kilo Sabu hingga Ribuan Knalpot Brong

Berita Terbaru